Berita Muarojambi

Sebelum Tanam Padi Umo, Masyarakat Desa Senaung Muarojambi Lakukan Ritual Ini

Kegiatan ritual ini, sejak lama sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Senaung bahkan dilakukan secara turun temurun tiap tahunnya ketika memasuki musim

Tribunjambi/Hasbi
Sebelum Tanam Padi Umo, Masyarakat Desa Senaung Muarojambi Lakukan Ritual Ini 

TRIBUNJAMBI.COM, MUAROJAMBI - Ritual bardah, inilah sebutan tradisi masyarakat Desa Senaung, Kecamatan Jakuko, Kabupaten Muarojambi sebelum melakukan musim tanam padi umo atau pada sawah.

Kegiatan ritual ini, sejak lama sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Senaung bahkan dilakukan secara turun temurun tiap tahunnya ketika memasuki musim tanam padi.

Dalam kegiatan ini juga seluruh petani hingga masyarakat umum akan hadir melantunkan doa serta salawat bersama di pantaran lokasi persawahan yang akan mereka tanami.

Baca juga: Usulan Bantuan ke Kemensos Fokus untuk Pembangunan Rumah Warga Terdampak Kebakaran di Tanjabtim

Baca juga: Anggaran BTT Tidak Lagi Dimasukkan pada JPS, Sebelumnya Sudah Realisasi 87,30 Persen

Baca juga: Pemda Telah Salurkan Rp 1 Miliar Dana Kemensos, untuk Bantuan Bencana Kebakaran di Tanjabtim

Seperti yang disampaikan oleh Jufri satu diantara anggota kelompok tani yang hadir saat ritual bardah.

Kata Jufri, ritual seperti itu tidak asing lagi bagi masyarakat Muarojambi, khususnya Desa Senaung.

"Karena ini adalah tradisi turun temurun tiap tahun yang kami lakukan, semua petani maupun masyarakat berdoa dan bersholawat sebelum turun ke sawah atau ke umo untuk bertanam padi,"jelasnya pada tribun Rabu (20/1/2021).

Dalam ritual bardah ini para petani dan masyarakat yang hadir tidak hanya melantunkan doa dan sholawat bersama, namun setelah itu mereka juga beramah tamah dan makan bersama.

"Iya sebenarnya inti kegiatan tersebut adalah doa dan bersholawat, disamping itu kita juga akan makan merawang bersama di pinggir sawah, dengan bekal santapan yang dibawa oleh masing-masing yang hadir, karena ini bertujuan menjalin kekompakan dan kerukunan antara petani dan masyarakat,"kata Jufri.

Sementara Kepala Desa Senaung Bustami juga mengatakan, makna dari ritual bardah itu ialah, agar dalam proses hingga ahir petani dalam bertani mendapatkan keberkahan.

Pada doa dan sholawat yang telah mereka lantunkan secara bersama, juga terdapat satu baskom dan beberapa botol air putih yang telah di doakan akan disiram di pantaran sawah milik petani nya.

"Supaya dimulai nya bercocok tanam padi hingga panennya semua petani mendapatkan keberkahan dan mendapatkan penghasilan yang melimpah,"tuturnya.

Ia juga mengatakan, setelah kegiatan bardah doa dan bersholawat bersama ini petani sudah bisa melakukan turun ke sawah atau ke umo untuk memulai pekerjaannya.

Petani mulai bersihkan sawah nya masing-masing, semai benih padi hingga tanam dan panen secara gotong royong sesama petaninya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved