Macetnya Bisnis Pernikahan di Jambi Akibat Pandemi, UMKM pun Banyak Terdampak

"UMKM jelas terkena dampak juga. Beberapa pengusaha yang tergabung dalam APPGINDO Jambi ini banyak bekerja sama dengan UMKM. Misalkan dalam jasa keter

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Monang
Simulasi International Wedding Party yang diadakan APPGINDO Jambi beberapa waktu lalu. Hal ini guna mempresentasikan pesta pernikahan yang aman di kala pandemi kepada Tim Satgas Penanganan Covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Akibat macetnya bisnis pernikahan di Jambi, tentu ini juga berdampak pada pengusaha kecil atau UMKM yang ada di Jambi.

Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun (APPGINDO) Jambi, Lukito Adi Saputra, Rabu (20/1/2021). Luki mengatakan banyak sekali UMKM yang terdampak akibat macetnya bisnis pernikahan ini.

"UMKM jelas terkena dampak juga. Beberapa pengusaha yang tergabung dalam APPGINDO Jambi ini banyak bekerja sama dengan UMKM. Misalkan dalam jasa ketering," katanya pada Tribunjambi.com.

Baca juga: Pakar Telematika Roy Surya Bongkar Misteri Jeritan Minta Tolong Saat Pencarian Korban Sriwijaya Air

Baca juga: Tahun 2020, Pendapatan Bisnis Pernikahan di Jambi Anjlok Akibat Covid-19, Ini Kata Ketua APPGINDO

Baca juga: Wagub DKI Buka-bukan Kewalahan Hadapi Covid-19, Kini Minta Pusat Ambil Alih, Anies Sudah Menyerah?

Ia memberi contoh ketika kita datang ke suatu pesta pernikahan, ada banyak pilihan makanan. Pilihan makanan itu dibuatkan seperti saung-saung.

"Nah dari saung-saung itukan ada pempek, siomay, bakso, tekwan, dan masih banyak lagi. Para vendor ketering itu kebanyakan bekerja sama dengan UMKM yang menyediakan makanan tersebut," ungkapnya.

"Baru dari ketering, selanjutnya lagi dari sound system. Beberapa dari pengusaha ini kebanyakan bekerja sama dengan rental mobil yang ada dipinggir jalan," ujar Luki.

"Mereka juga sudah bekerja sama untuk sewa mobil dalam rentang bulanan. Jadi karena kondisi pandemi ini banyak juga yang harus memutuskan hubungan kerja samanya," tambahnya.

APPGINDO Jambi tidak mendata secara rinci dari UMKM yang terdampak.

Luki berujar APPGINDO Jambi akan terus bersinergi bersama asosiasi dekor, WO, pembawa acara, dan asosiasi terkait dengan bisnis pernikahan lainnya. Hal ini berguna untuk membuat trobosan baru agar keadaan ini dapat pulih.

"Tapi alhamdullilah sekarang sedikit demi sedikit sudah mulai berjalan. Kami apresiasi sekali dengan Tim Satgas Covid-19 yang sudah mau datang di simulasi kami beberapa waktu lalu,".

"Mereka pun terbuka dan mau beri masukan buat kami. Jadi kami punyae valuasi yang akan kami cari solusinya," katanya.

Luki mengatakan dengan berjalannya beberapa pernikahan dengan standar protokol kesehatan yang sudah disepakati bersama, diharapkan mampu membangkitkan pengusaha pernikahan di Jambi.

"Harapannya pada 2021 ini ada lagi relaksasi-relaksasi lainnya dari pemerintah. Ditambah lagi dengan adanya vaksin ini juga semoga membuka harapan baru bagi bisnis-bisnis di Jambi," harap Luki.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved