Terkesan Cuek dengan Kasus yang Menimpanya, Sosok ini Sarankan Gisel Lakukan Pemeriksaan Psikologis
Namun yang menjadi keheranan psikolog adalah sosok Gisella Anastasia yang cuek bebek dengan kasus video syurnya
TRIBUNJAMBI.COM - Gisella Anastasia dengan Michael Yukinobu de Fretes masih hangat di perbincangan publik, bahkan keduanya sudah berstatus tersangka
Namun yang menjadi keheranan psikolog adalah sosok Gisella Anastasia yang cuek bebek dengan kasus video syurnya
Ia tetap menjalani aktivitasnya tanpa rasa malu sedikitpun seolah tidak terjadi apa-apa dengan dirinya
Kondisi kejiwaan penyanyi Gisella Anastasia alias Gisel dipertanyakan oleh seorang psikolog, Kasandra Putranto.
Pasalnya, Gisella Anastasia alias Gisel masih bisa bekerja dengan santai meskipun kasus video syur masih membelit dirinya.
Baca juga: Rayakan HUT ke-12, Bestprofit Futures Jambi Tumbuh dengan Layanan Transaksi Terbaik
Baca juga: Manfaat Puasa Senin Kamis, Lengkap dengan Tata Cara dan Niatnya
Baca juga: Pasangan Pengantin ini Himbau Para Tamunya Makan Sesuai dengan Uang Amplop yang Diberikan
Kasandra Putranto merasa heran lantaran di tengah kasus yang sedang dihadapi, Gisel masih bisa melakukan kegiatan dan bekerja.
Apalagi Gisel tak hanya harus menghadapi kasusnya, pacar Wijaya Saputra alias Wijin itu juga mendapat hujatan warganet yang bertubi-tubi.
Melihat sikap Gisel tersebut, Kasandra Putranto mengusulkan agar Gisel segera melakukan pemeriksaan psikologis.
Sebab, ini juga mempengaruhi kondisi mental dan kejiwaannya apabila tidak segera diperiksakan.
Dikutip TribunnewsBogor.com dari YouTube Intens Investigasi, Kasandra Putranto merasa heran Gisel masih bisa kuat menghadapi segala macam tekanan.
Apalagi mantan istri Gading Marten itu masih bisa berkegiatan dan melakukan pekerjaan.
Kasandra Putranto justru khawatir apabila kasus yang menimpa Gisel itu tidak mempengaruhinya.
Ia sampai menyarankan agar Gisel melakukan pemeriksaan psikologis jika hal itu benar terjadi.
Mengingat Gisel juga mendapatkan berbagai macam hujatan dari masyarakat Indonesia.
Menurutnya, setiap individu memiliki kapasitas intelektual, emosional, dan sosial yang tercakup dalam sebuah karakter kepribadian yang khas.