Breaking News:

Berita Muarojambi

Sempat Curiga, Pelaku Perampokan di Bukit Baling Diduga Sekongkol dengan Temannya Sendiri

Sebuah mobil kontrainer nomor polisi B 9284 FCD yang dikendarai Eka asal Kota Medan membawa 1.200 unit handphone yang akan dikirim dari Jakarta-Riau.

Tribunjambi/hasbi sabirin
Diduga Korban Perampokan, Warga Bukit Baling Temukan Orang Disekap Dalam Kontainer 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Korban perampokan di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi pada Kamis (14/1/2021) lalu, pasrah ribuan handphone bawaannya dikuras pelaku.

Sebuah mobil kontrainer nomor polisi B 9284 FCD yang dikendarai Eka asal Kota Medan membawa 1.200 unit handphone yang akan dikirim dari Jakarta-Riau.

Dalam perjalanan tepatnya di KM 41 Desa Bukit Baling ia ditodong oleh dua orang pelaku yang diduga sekongkolan temannya sendiri.

Baca juga: One Piece 1001 Pertarungan Akhir Para Monster di Onigashima - 2 Yonko vs 5 Supernova dan Jurus Baru

Baca juga: Lowongan Kerja Garudafood Chocolatos untuk Lulusan S1 dan Fresh Graduate

Baca juga: 13 Lowongan Kerja Lulusan SMK Minggu Ketiga Januari 2021, Ada Lowongan di Traktor Nusantara

Seperti yang diceritakan Eka pada Tribunjambi.com, saat temui di Mapolres Muarojambi pada Jumat (15/1/2021) kemarin mengatakan.

Dari Palembang  Rabu (13/1/2021) ia ditumpangi oleh temannya bernama Rudi mengaku sebagai perintis dan penunjuk jalan menuju Riau.

Namun ia tidak mengetahui apakah temannya adalah sopir dari perusahaan yang sama atau bukan, ia mengakui hanya kenal karena mereka sama-sama sopir.

"Niatnya memang mau bantu saya sebagai penunjuk jalan, ya saya percaya saja karena dia lebih paham rintangan dan hambatan di sepanjang jalan menuju Riau, saya juga tidak menyangka akan menyakiti dan menguras semua handphone yang saya bawa,"kata Eka.

Munculkan kecurigaan terhadap temannya bersekongkol dengan pelaku penodongan tersebut saat perjalanan di daerah Bayung Lincir tidak ada lagi kecocokan.

"Awalnya kita sepakat sesampainya di SPBU pall 10 Kota Jambi akan berhenti dan beristirahat, besoknya lanjut lagi perjalanan, namun sudah pukul 11 malam temannya bersikeras untuk tetap dilanjutkan perjalanan, dengan alasan dia belum ngantuk iya saya ikut aja,"ucapnya.

Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari Kamis (14/1/2021) di jalan lintas timur kilometer 41 Desa Bukit Baling mobil yang kendarai temannya tiba-tiba berenti ditempat sepi.

"Sempat saya tanya, kenapa berenti di tempat sepi, karena alasannya mau kencing, lama ditunggu kok dia belum muncul juga, waktu itu saya posisi tertidur, kemudian tiba-tiba saya ditarik oleh dua orang tidak saya kenal mengancam dan pukul hingga saya diikat,dan disekap dalam kontainer,"kata Eka.

Posisi tangan dan kaki Eka sudah terikat menggunakan tali nilon dan kepala nya juga sudah di bungkus karung disitulah kedua pelaku lancarkan aksinya kuras semua handphone bawaannya ke mobil lain.

"Herannya waktu kejadian, saya tidak lagi melihat teman saya, sayapun hanya pasrah tidak ada perlawanan saat pelaku pindahkan barang bawaan saya,"tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved