Kamis, 9 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Heran Beli Rp 2000 Tak Dikasih Plastik, Ternyata Intel Polisi Nyamar Cari Teroris

Tukang bakso dan tukang cilok yang lewat itu ternyata intelijen andalan polisi. Warga sekitar tak ada yang menyangka, dia merupakan polisi yang menya

Editor: Duanto AS
Istimewa
Ilustrasi pedagang cilok 

Warga Heran Beli Rp 2000 Tak Dikasih Plastik, Ternyata Intel Polisi Nyamar Cari Teroris

TRIBUNJAMBI.COM - Ini cerita penyamaran polisi dalam mengungkap kasus.

Tukang bakso dan tukang cilok yang lewat itu ternyata intelijen andalan polisi.

Warga sekitar tak ada yang menyangka, dia merupakan polisi yang menyamar.

Ini merupakan kisah tahun lalu, kisah heroik penyamaran polisi.

Baca juga: Intel Polisi Nongkrong di Empang Ngajak Patungan Beli Lele Warga Tak Menduga

Penyamaran yang alami, membuat orang tertipu dan tak menyangka.

Tukang bakso yang kerap wira-wiri mendorong gerobak itu di jalan itu merupakan intelijen.

Kisah intelijen andalan ini menyentuh hati.

Saat siang, dia jualan bakso kemudian kalau malam jual sekoteng.

Bahkan, intelijen andalan ini kadang menjadi hansip untuk menguntit dan mengumpulkan bukti tentang tindak kejahatan.

Semua kasus kejahatan belum tentu terang benderang, baik pelaku maupun barang buktinya.

Semisal ada saksi yang melihat tindak kriminal tersebut dan ada barang bukti yang ditinggalkan, penyelidikan kemungkinan bisa mulus.

Berbagai upaya dilakukan polisi untuk bisa mengungkap kasus kejahatan. Selain memeriksa tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, dan mengumpulkan barang bukti, kadang polisi harus menyamar.

Kadang, tindakan kejahatan sangat minim barang bukti. Di sini polisi yang bertugas di lapangan turun tangan. Mereka turun ke jalan, menelusuri setiap informasi agar pelaku bisa ditangkap.

Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Rifai mengatakan bukan hal mudah mengungkap kasus kriminal.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved