Berita Sarolangun
Budaya Berpantun Mulai Terkikis, Dinas Pendidikan Sarolangun Siapkan Mulok Kebudayaan Lokal
Hal itu karena kondisi laju perkembangan zaman yang seolah menggerus budaya tersebut.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Tradisi berpantun yang menjadi ciri khas Melayu Jambi khususnya Kabupaten Sarolangun saat ini kian terkikis.
Hal itu karena kondisi laju perkembangan zaman yang seolah menggerus budaya tersebut.
Hal itu membuat banyak kalangan merasa khawatir, salah satunya Bupati Sarolangun Cek Endra yang belum lama ini mengintruksikan agar pihak Dinas Pendidikan Sarolangun memasukkan mata pelajaran tentang tradisi lokal ke dalam muatan lokal atau mulok di setiap sekolah.
Baca juga: Update Prakiraan Cuaca Senin (11/1/2021) Besok di Provinsi Jambi, Waspada! Ada Potensi Hujan Petir
Baca juga: Lakukan Cara Alami ini Agar Tubuh Tetap Tegap dan Sehat
Baca juga: DP3A Sarolangun Catat Kasus Kekerasan Terhadap Anak Capai 30 Kasus Pada Tahun 2020
Hal itu ditindak lanjuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun Helmi yang dalam waktu dekat akan segera menerapkan mulok khusus kebudayaan Sarolangun, di tingkat SD dan SMP.
“Kita tahu kalau ini tidak segera ditindak lanjuti tradisi lokal budaya bepantun kita akan tergerus dan kita telah menyiapkan mata pelajaran khusus kebudayaan lokal kita ke pelajaran mulok,” kata Helmi, diwawancarai, Minggu (10/1/2021).
Ia mengatakan, zaman dahulu, budaya bepantun tidak hanya di kalangan tua saja namun juga merambah ke para muda mudi yang berbicara sehari hari dengan kiasan pantun.
“Untuk itu sasasaran kita ya, para kaulamuda yang kedepan bisa diharapkan menjadi penerus yang tua,” katanya lagi.
Hal itu sudah diwacanakan pada tahun 2019 lalu dan seyogyanya tahun 2020 sudah dilakukan, namun karena terkendala Covid-19 dan proses belajar tatap muka dihentikan sementara sehingga tertunda.
“Kita sudah siapkan materinya untuk pelajaran itu dan dalam materi tersebut sudah dituangkan soal berpantun yang menjadi ciri kita,"
"Namun kendala kita tahun lalu pandemi covid yang membuat proses belajar tatap muka dihentikan sementara, nah tahun 2021 ini akan segera kita laksanakan sebab proses belajar tatap muka sudah mulai berjalan," jelasnya.