Minggu, 19 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Stop! Mengupil, Menggigit Kuku dan Menyentuh Wajah agar Terhindar dari Varian Baru Virus Corona

Stop! Mengupil, Menggigit Kuku dan Menyentuh Wajah agar Terhindar dari Varian Baru Virus Corona

Editor: Heri Prihartono
Kirill KUDRYAVTSEV / AFP
Seorang perawat menyuntikkan vaksin Sputnik V (Gam-COVID-Vac) di sebuah klinik di Moskow, Rusia pada 5 Desember 2020. 

Menyentuh Wajah

Selain kebiasaan-kebiasaan di atas, menyentuh wajah juga dapat meningkatkan risiko tertular Covid-19 dan hal itu masih sering dilakukan oleh banyak orang. Biasanya, kebiasaan itu terjadi karena gerak refleks.

Jadi, Anda perlu menyadarinya dan berusaha semaksimal mungkin supaya kebiasaan itu bisa berhenti dan tak terjadi lagi. Tautan artikel Kontan.co.id: Hentikan kebiasaan ini agar terhindar dari infeksi Virus Corona

***

WHO minta negara-negara bekerja ekstra untuk cegah penyebaran varian baru Covid-19

Sebelumnya, Organisasi kesehatan dunia WHO meminta seluruh negara Eropa untuk bekerja lebih keras dalam menahan laju penyebaran varian virus corona baru yang pertama kali muncul di Inggris.

Permintaan khusus ini diungkapkan langsung oleh Direktur WHO Eropa Hans Kluge, seperti dilaporkan oleh BBC (8/1/2021). Dia mengatakan 22 negara Eropa sekarang mencatat kasusu varian baru.

Kluge mengakui bahwa penyebaran varian baru virus corona saat ini sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan.

Kini banyak negara Eropa yang telah memberlakukan penguncian nasional penuh untuk mengatasi peningkatan infeksi yang makin parah selama musim dingin.

"Tanpa peningkatan upaya untuk memperlambat penyebarannya, akan ada peningkatan dampak pada fasilitas kesehatan yang sudah semakin tertekan," ungkap Kluge.

Munculnya varian virus corona baru di Inggris memaksa puluhan negara menutup pintu masuknya untuk Inggris pada bulan Desember lalu. Negara lain di luar Eropa, termasuk Jepang, Kanada, dan Australia, juga telah melaporkan kasus varian tersebut.

Pada hari Kamis (7/1/2021), Menteri Kesehatan Perancis Olivier Veran mengatakan 19 kasus varian Inggris telah diidentifikasi di Perancis, termasuk dua kelompok yang sangat mengkhawatirkan di wilayah Paris dan Brittany.

Varian Covid-19 baru menyerang separuh wilayah Eropa

Sejak hari Rabu (6/1/2021), hampir separuh negara Eropa telah mencatat kasus baru.

Laporan mencatat 150 dari 100.000 orang terinfeksi varian baru.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved