Komentar Pedas Rocky Gerung, Sebut Abu Janda Tak Punya Pengetahuan yang Cukup

Pengamat berdarah Manado menyebut Abu Janda tak punya cukup pengetahuan untuk mematahkan argumen Natalius Pigai hingga menyinggung soal fisik

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Tribunnews
Rocky Gerung 

TRIBUNJAMBI.COM - Dugaan penghinaan yang dilakukan Permadi Arya alias Abu Janda kepada aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai, ikut ditanggapi oleh Akademisi Rocky Gerung.

Pengamat berdarah Manado menyebut Abu Janda tak punya cukup pengetahuan untuk mematahkan argumen Natalius Pigai hingga menyinggung soal fisik.

“Si Arya atau sapa itu, tidak mampu berfikir. Pertama dia tidak tahu apa itu teori evolusi. Ke dua dia tidak sanggup membantah pikiran Pigai,” kata Rocky Gerung di chanel YouTubenya, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Donald Trump Masih Tak Akui Joe Biden Jadi Presiden AS? Akui Kalah Tapi Tak Beri Selamat ke Rivalnya

Baca juga: Daftar Harga HP Xiaomi Hari Ini 8 Januari 2021, dari Seri Termurah hingga Termahal Mi 10

Baca juga: Ramalan Zodiak Sabtu 9 Januari 2021, LEO: Kamu Akan Beruntung Urusan Uang

Rocky Gerung mengungkapkan maksud Abu Janda mengolok-olok pihai justru membuka borok pengetahuan anggota Banser ini.

“Orang kalau olok-olok dia pakai metafora yang bermutu. Ini dia tidak mampu untuk berfikir abstrak. Olok-olok itu kan kemampuan kita untuk mengabstraksikan sesuatu, supaya olok oloknya dihindari dari rasis dan penghinaan. Itu namanya olok olok intelektual, tapi ini olok olok yang dangkal,” kata Rocky Gerung.

“Kemampuan menghina mereka itu luar biasa tu. Tapi kalau kemampuan berfikir itu tidak dipertanyakan. Tapi sudah bisa dipastikan bahwa itu dangkal. Jadi kawanan semacam ini IQ nya 200, sekandang, satu kandang bukan sekolam lagi,” tambahnya.

Berikut video lengkapnya:

Sebelumnya Abu Janda menyoroti pernyataan Natalius soal kapasitas Jenderal Hendropriyono di negeri ini.

“Kapasitas Jend. Hendropriyono: Mantan Kepala BIN, Mantan Direktur BAIS, Mantan Menteri Transmigrasi, Profesor ilmu Filsafat Intelijen, Berjasa di berbagai operasi militer,” tulis Abu Janda di akun Twitternya, Sabtu lalu.

Dia lantas membandingkan kapasitas mantan Ketua Umum PKPI itu dengan Natalius Pigai. “Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? sudah selesai evolusi belom kau?” ungkap Permadi.

Sebelumnya, pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mempertanyakan kapasitas AM. Hendropriono dalam statemennya terkait Front Pembela Islam (FPI).

Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer, AM Hendropriyono, sebelumnya, dalam pemberitaan sejumlah media massa, mewanti-wanti kepada organisasi pelindung mantan anggota FPI.

Pelarangan FPI diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud Md. Pemerintah juga mengungkap jejak pidana, dukungan terhadap ISIS, dan perkara terorisme. Apabila ada organisasi yang menampung eks angota FPI, bisa-bisa organisasi tersebut juga bakal kena sanksi oleh pemerintah.

"Artinya, jika ada organisasi lain yang menampung eks anggota FPI, maka organisasi tersebut juga dapat dikenakan sanksi yang sama," kata Hendropriyono dalam pemberitaan tersebut.

Apabila ada oknum yang menyampaikan hasutan dan melanggar undang-undang, maka oknum tersebut bisa kena pidana terorisme. Namun setidaknya, masyarakat bisa lega karena FPI sudah dilarang. Demikian kata Hendropriyono.

"Rakyat kini bisa berharap hidup lebih tenang, di alam demokrasi yang bergulir sejak reformasi 1998. Tidak akan ada lagi penggerebegan terhadap orang yang sedang beribadah, terhadap acara pernikahan, melarang menghormat bendera Merah Putih, razia di kafe-kafe, mini market, toko-toko obat, warung makan, mal, dan lain lain kegiatan yang main hakim sendiri," tutur Hendropriyono.

Natalius Pigai pun mempertanyakan kapasitas Hendropriono dalam memberikan pernyataan itu.

"Kapasitas bapak di negara ini sebagai apa ya, penasehat presiden, pengamat? aktivis?. Biarkan diurus generasi abad ke 21 yang egaliter, humanis, Demokrat. Kami tidak butuh hadirnya dedengkot tua. Sebabnya Wakil Ket BIN & Dubes yang bapak tawar saya tolak mentah-mentah. Maaf," tulis Natalius Pigai di akun Twitternya, dikutip Wartakotalive.com, Jumat (1/1/2021).

Sementara itu, AM Hendropiyono merespon cuitan dari Natalius Pigai.

Hendro menjawab pertanyaan Pigai tentang kapasitasnya berbicara soal FPI.

"Buat seorang pejuang tdk ada kata berhenti ananda @NataliusPigai2
Jika negara dlm bahaya, kita hrs membelanya. Harus tanpa hitung untung atau rugi dan muda atau tua."

Hendropriyono juga berkisah pertemuan awalnya berkisah tentang pertemuan awalnya bersama Pigai.

"Waktu pertama kali kita kenal, kamu adalah komisioner Komnas HAM. Kita bertemu di restoran Kunskring di Jl Teuku Umar. Dgn bersemangat kmu menawarkan jasa, utk membela saya dlm kasus Talangsari," tulis Hendropriyono.

"Patriotik dan cerdas krn sy dengar kamu mengkritik ide separatisme dg mngatakan, bhw seharusnya bercita-cita jadi Presiden RI daripada hanya sbg Presiden Papua."

Meski demikian, Hendro menilai, kini ada yang berubah dari sosok Pigai yang dia kenal dulu.

"Setelah lama tidak bertemu dan kmu bukan penguasa lagi, kamu berubah 180 derajat. Selain patriotisme dan kepandaianmu, moralmu juga sangat merosot. Sopan santun dan akal budimu lenyap, krn ditelan kekecewaan sbg penganggur yg tak terakomodasi di tempat yg kmu inginkan."

"Semua kata yg keluar dri mulutmu adalah ungkapan dari pikiranmu. Itulah sebabnya sy bs bilang kamu bukan Pigai yg dulu lagi."

Hendro juga menanggapi ucapan Pigai yang menyebutnya sebagai 'dedengkot tua'.

Terimkasih atas pnghinaanmu kpd sy sbg org tua, yg tdk pernah menyakiti kamu. Sy berhrap agar pikiranmu jgn ksana kmari terus, utk mncari pengakuan atau kedudukan. Pegang teguh prinsip. agar lbh bnyk orang menghargai kamu, shg kmu mndapat tmpt yg terhormat di masyarakat

Demikian Pigai, semoga kita masih bisa bertemu lagi, sebelum umur tdk memungkinkannya. Salam dan selamat tahun baru 2021."

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved