Fakta Baru Meninggalnya Chacha Sherly di Tol Semarang-Solo, Kronologi hingga Tersangka
Setelah melakukan olah TKP, polisi menemukan sejumlah fakta baru terkait kecelakaan maut di Tol Semarang-Solo KM 428 tersebut.
TRIBUNJAMBI.COM - Inilah deretan fakta baru terkait peristiwa kecelakaan yang menimpa pedangdut Chacha Sherly, mantan Trio Macan hingga meninggal dunia.
Setelah melakukan olah TKP, polisi menemukan sejumlah fakta baru terkait kecelakaan maut di Tol Semarang-Solo KM 428 tersebut.
Seperti yang diberitakan, kecelakaan maut yang menimpa Chacha Sherly terjadi pada Senin (4/1/2021) sore.
Chacha Sherly mengalami luka berat di bagian kepala akibat kecelakaan tersebut dan sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Ungaran.
Namun sayang nyawanya tidak tertolong.
Baca juga: Pemkab Muarojambi Dapatkan 3.300 Unit Hibah Lampu Jalan Milik Pemprov DKI Jakarta.
Baca juga: Awal Tahun 2021, The Body Shop Mal Jamtos Promo Hampir Semua Produk dan Diskon Hingga 50 Persen
Chacha Sherly menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (5/1/2021) siang.
Chacha Sherly dikabarkan meninggal dunia (Instagram/ chacha.sherly)
Kini pihak kepolisian terus mengusut penyebab kecelakaan.
Berikut deretan fakta baru terkait kecelakaan yang tewaskan Chacha Sherly :
1. Melaju kencang
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Muhammad Adiel Aristo mengatakan, saat kejadian, Senin (4/1/2020) pukul 14.30, mobil HRV S 1180 HW yang dikemudikan KU alias HK melaju sekitar 80-100 kilometer per jam.
"Padahal maksimal kecepatan adalah 80 kilometer per jam. Apalagi saat itu dalam keadaan hujan deras sehingga pandangan terbatas," ungkapnya, Rabu (6/1/2021), dikutip dari Kompas.com.
2. Jalan licin karena hujan
KU kaget saat kendaraan di depannya melakukan pengereman.
Dalam kondisi tersebut rem tidak berfungsi maksimal karena jalan yang licin sehingga membuang ke kanan menabrak pembatas jalan dari beton.
"Usai menabrak pembatas jalan kendaraan tetap melaju kemudian masuk ke U-turn yang ada water barier. Kendaraan tersebut dari jalur B atau dari Solo-Semarang pindah atau loncat ke jalur A," kata Aristo.