Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Bunuh Serigala Pakai Tangan Kosong, Aksi Berani Petani Ini Terekam CCTV

"Petani itu tidak punya waktu untuk mengambil senapannya dan bertengkar dengan tangan kosong dengan hewan itu."

Editor: Sulistiono
net/kompas.com
Bunuh Serigala Pakai Tangan Kosong- Pria Rusia yang tidak disebutkan namanya itu berpose dengan binatang besar itu setelah dia membunuhnya dengan tangan kosong. (Via The Sun) 

TRIBUNJAMBI.COM - Petani satu ini sangat pemberani.

Demi ternaknya, dia bertarung dengan seekor serigala.

Tak disangka, serigala itu mati di tangan sang petani pemberani itu.

Sebuah rekaman mengejutkan menunjukkan saat seorang petani mencekik serigala ganas sampai mati.

Petani itu membunuh serigala pakai tangan kosong setelah hewan liar tersebut membunuh dua anjing dan menyerang kudanya.

Rekaman CCTV menunjukkan binatang buas itu menyerang dan menggigit pria itu saat dia membawa obor di timur Rusia.

Petani yang tidak disebutkan namanya dan serigala bergulat di salju, sebelum dia meraih dan memegang leher hewan itu.

Dia kemudian ditampilkan berulang kali meninju predator yang menggeram itu, demikian dilaporkan seperti yang dilansir dari The Sun pada Rabu (6/1/2021).

"Petani itu tidak punya waktu untuk mengambil senapannya dan bertengkar dengan tangan kosong dengan hewan itu," kata salah satu laporan.

Dia takut serigala akan menyerang ternaknya, setelah membunuh dua anjing dan menyerang seekor kuda, kata laporan itu.

Pria yang terluka itu berpose dengan serigala mati yang sedang diuji rabies setelah serangan itu.

Vaksinasi hewan massal telah dilakukan di desa Novotroitskoye, barat daya Birobidzhan, ibu kota Daerah Otonomi Yahudi Rusia.

Penduduk desa mengatakan bahwa serangan serigala pada penjaga dan hewan ternak menjadi lebih umum setelah perusakan hutan di wilayah tersebut.

Seorang penduduk desa berkata, “Hutan dihancurkan dan dibakar, jadi serigala mangsa yang biasa mereka lakukan."

"Ini sepenuhnya salah manusia...Ini seperti serigala yang kehilangan tempat tinggal, inilah mengapa mereka keluar dari hutan," lanjutnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved