Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ini yang Dihadapi Gibran Rakabuming untuk Melayani Masyarakat Solo

Sebagaimana diketahui, pasangan Gibran-Teguh memenangi pesta demokrasi lima tahun pada Pilkada Serentak 2020 Keduanya akan dilantik sebagai pasangan

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Tribunnews/Apfia Tioconny Billy
Gibran Rakabuming Raka 

TRIBUNJAMBI.COM - Pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa akan menghadapi beberapa tantangan pada tahun pertama menjalankan roda pemerintahan di Solo.

Sebab, kebijakan yang dijalankan ini masih melanjutkan visi misi dari program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo.

Sedangkan, program visi misinya baru akan dapat dijalankan pada tahun kedua pemerintahannya.

Sebagaimana diketahui, pasangan Gibran-Teguh memenangi pesta demokrasi lima tahun pada Pilkada Serentak 2020.

Baca juga: Nyinyir Bu Risma Blusukan, Elite PDI Perjuangan Beri Tanggapan Singgung Pemprov DKI Jakarta

Baca juga: Ketemu Debt Collector Setelah Gelapkan Motor Teman, Nasib Jimmy Nasib Sangat Buruk

Baca juga: VIRAL Video CCTV Detik-detik Kecelakaan Maut yang Melibatkan Chacha Sherly hingga Meninggal Dunia

Keduanya akan dilantik sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada 17 Februari 2021 mendatang.

Dosen Hukum Tata Negara UNS, Agus Riewanto menyebut, tantangan Gibran pada tahun pertama pemerintahannya adalah memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Memang di era 2021 pemerintah daerah itu diuji oleh banyak problem kemasyarakatan. Terutama menyangkut soal bagaimana memulihkan daerah supaya daya beli masyarakat meningkat, tidak mengurangi aktivitas ekonomi, dan usaha UMKM tetap tumbuh dengan baik. Itu tidak mudah," kata Agus saat dihubungi Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/1/2021).

Menurut Agus, Gibran harus mampu menciptakan sebuah inovasi agar perekonomian di Solo tetap berjalan, namun laju Covid-19 menurun.

Pasalnya, kebijakan new normal yang diterapkan pemerintah sekarang justru membuat kasus penularan Covid-19 meningkat.

"Bagaimana pemerintah daerah menginovasi new normal, ekonomi berjalan tapi penularan Covid-19 menurun," ungkapnya.

Tantangan berikutnya yang dihadapi adalah pendidikan. Dikatakan Agus, pendidikan menjadi salah satu sektor yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Sejak Covid-19 mewabah, banyak sekolah di Solo, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Gibran ditantang bagaimana menghidupkan pendidikan di daerah tidak berhenti karena Covid-19.

"Bagaimana dia mampu menghidupkan situasi pendidikan di daerah tidak mandek karena Covid-19.

Pendidikan jarak jauh inovasinya, kemudian kurikulumnya tetap berjalan dengan baik. Jadi inovasi itu penting agar Covid-19 ini tidak menurunkan kualitas pendidikan di daerah," kata dia.

Kemudian, lanjut Agus, sebagai pemimpin baru di Kota Solo, Gibran harus mampu menciptakan pemerintahan yang solid. "Dia pemain baru, pendatang baru tidak punya pengalaman empiris organisasi di organisasi apapun termasuk organisasi pemerintahan. Itu butuh adaptasi yang tidak mudah.

Harus berkomunikasi, berkolaborasi dengan aparat birokrasi pemerintahan daerah. Mau tidak mau harus menggunakan mesin birokrasi.

Sementara dia bukan siapa-siapa selama ini. Butuh tim solid," ungkap dia. Dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi, terangnya, Gibran dapat memanfaatkan anggaran secara fleksibel sepanjang untuk kepentingan Covid-19.

"Beda dengan inovasi lain. Misalnya pembangunan daerah, peningkatan kapasitas inovasi di bidang pengelolaan pemerintah itu bukan darurat. Memang itu agak sulit karena tidak didanai di era pemerintahan dia karena masih pemerintahan sebelumnya.

Sampai setahun ke depan menyangkut inovasi pemerintahan daerah itu masih mengikuti polanya Pak FX Rudy," terangnya.

Baca juga berita lainnya:

Meski memiliki besan Joko Widodo menjabat presiden Republik Indonesia tidak membuat sang besan Didiet Supriyadi dan Sri Patini lupa diri

Orangtua Selvi Ananda tetap setia menjalani usaha warung sederhana padahal menantunya, Gibran Rakabuming Raka memiliki harta kekayaan Rp 21 miliar belum lagi saat ia putra sulung Presiden Joko Widodo itu berpeluang menjadi Walikota Solo terpilih

Kini maju dalam pemilihan walikota Solo, Gibran Rakabuming diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp 21 miliar.

Melansir dari laman Kompas.com, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gibran Rakabuming melaporkan kekayaannya sebesar Rp 21, 15 milair atau tepatnya Rp 21.152.810.130,-

Kekayaan Gibran Rakabuming itu terdiri atas aset properti berupa 5 bidang tanah dan bangunan, kendaraan, dan 8 unit kendaraan berupa 5 mobil serta 3 motor.

Punya kekayaan yang berlimpah, Gibran Rakabuming Raka memiliki mertua yang hidup sederhana dengan mengelola warung ayam

Keluarga mantan Putri Solo 2009, Selvi Ananda mencari nafkah dengan mengelola warung ayam sederhana.

Penampilan sederhana ibunda Selvi Ananda (Instagram @gibranselviananda)
Bahkan, sedari dibuka, Selvi selalu turun tangan membantu di warung makan ayam goreng ini, lo.

Berikut ini fakta-fakta tentang warung makan kedua orang tua Selvi.

1. Berdiri Sejak 2008

Usaha kuliner milik Didiet Supriyadi dan Sri Patini rupanya sudah berdiri sejak 2008.

Tepatnya sejak pusat kuliner di Solo, Galabo diresmikan pada 2008 oleh Wali Kota Solo yang saat itu masih Joko Widodo.

Warung makan milik besan Jokowi tersebut bernama Warung Bu Tin dan menempati kios nomor 47.

2. Andalkan Menu Ayam Goreng Serta Sambal Welut

Di Warung Bu Tin, pasangan suami istri itu menjajakan berbagai macam olahan sambal dengan lauk ayam, bebek, lele, dan lainnya.

Ada pula menu wader goreng dan menu kremesan.

Namun, yang menjadi andalan adalah menu ayam goreng kremes serta sambal welut.

Sambal belut merupakan olahan sambal yang dicampur dengan belut goreng.

Agar lebih lezat, belut harus digoreng renyah dahulu sebelum dicampur bersama sambalnya.

3. Harganya Relatif Terjangkau

Harga yang ditawarkan di warung yang dikelola mendiang besan Jokowi ini juga relatif terjangkau, yaitu sekitar Rp 20 ribu-25 ribu.

Penampilan sederhana ibunda Selvi Ananda (Instagram @gibranselviananda)
4. Termasuk Warung Paling Laris

Meski menempati ukuran lapak yang cukup kecil, 2x3 meter, namun warung milik mendiang Didiet tergolong paling laris.

Demikian dikatakan seorang pedagang di Galabo, Yenni, jelang pernikahan Selvi Ananda dan Gibran Rakabuming Raka, 2015 silam.

Bahkan setiap akhir pekan selalu ramai dikunjungi pelanggan.

"Rasa masakannya memang enak, ayamnya menggunakan ayam kampung," sambungnya.

Selain itu, pelayanan yang diberikan kepada pelanggan cukup memuaskan.

5. Bisa Sekolahkan Anak-Anak

Usaha kuliner yang dijalankan Didiet bersama sang istri memang sudah berjalan sejak lama.

Bahkan dari hasil berdagang mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain sang istri, Didiet meninggalkan dua putri, yakni Dita Andini dan Selvi Ananda yang juga istri Gibran Rakabuming Raka.

Meski sukses menjadi pedagang makanan, istri dan mendiang Didiet dikenal tetangga sebagai pribadi yang ramah dan sederhana.

6. Selvi dan Gibran Kerap Datang Dan Membantu

Semasa pacaran, rupanya Selvi dan Gibran kerap datang ke kios sang orangtua.

"Bahkan Mbak Selvi kadang ikut membantu di sini (Galabo), saat warungnya ramai."

"Mbak Selvi datang ke sini pasti diantar Mas Gibran," ujar Yenni, seorang penjual.

Bahkan tak jarang, Gibran turun tangan dan ikut membantu meracik seperti menata nasi dan lainnya.*

Sumber : Tak Mudah, Ini 7 Tantangan Awal Gibran Rakabuming Pimpin Masyarakat Solo, Anak Jokowi Sudah Siap?

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved