Selasa, 2 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

3.058 Lebih Rumah di Kota Jambi Terendam

Sebanyak 3.058 rumah di Kota Jambi terendam banjir setelah diguyur hujan deras sejak Rabu (30/12/2020) malam hingga Kamis (31/12).

Tayang:
Editor: Deddy Rachmawan
tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro
Warga sarapan saat rumahnya terendam banjir, Kamis (31/12/2020). Mega Kelaparan Setelah Selamatkan Barang dari Banjir di Rumahnya di Kembar Lestari II Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -  Sebanyak 3.058 rumah di Kota Jambi terendam banjir setelah diguyur hujan deras sejak Rabu (30/12/2020) malam hingga Kamis (31/12).

Jumlah itu Tribun himpun dari sejumlah camat dan lurah. Diyakini, data riil rumah yang terendam jauh lebih besar. Sebab data tersebut baru dari lima kecamatan.

Kecamatan Alam Barajo yang terdampak paling parah bila dilihat dari jumlah rumah yang terendam. Tercatat ada 1.695 rumah di lima kelurahan. 

Lima kelurahan tersebut yaitu Bagan Pete, Mayang Mangurai, Rawasari, Kelurahan Beliung, dan Kenali Besar.

"Terdata ada 38 RT yang terendam banjir. Kalau jumlah KK belum dapat. Karena saya lagi konfirmasi kepada para lurah," ungkap ucap Ikhsan, Camat Alam Barajo, Jumat (1/1).

Menurut Ikhsan, sejauh ini tidak ada warga Alam Barajo yang dievakuasi. Kecuali, mereka memilih mengungsi sebentar ke rumah keluarga.

"Info lebih lanjut setelah saya pulih," ujarnya meminta meminta waktu untuk beristirahat karena tidak enak badan.

Banjir di penghujung tahun ini terbilang banjir besar.  Daerah yang biasanya tak terkena banjir kini justru ikut terendam.

Bambang, Lurah Kenali Asam Bawah, ketika dikonfirmasi mengatakan di Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru,  banjir ini merupakan banjir kedua dan terbesar.

"Ini kejadian kali kedua dan banjir kemarin yang paling besar pertama kali di Kenali Asam Bawah," ungkapnya.

Kata dia, di RT 24 ada 27 rumah dan 6 KK sudah dievakuasi. Ada satu KK yang menurutnya belum mau dievakuasi.

Total ada 377 kepala keluarga (KK) dengan jumlah rumah terendam 415 rumah yam terdampak banjir di kelurahan ini.

"Selama dua hari warga disiapkan dapur umum yang  bertempat di Masjid Nururahman di mana warga dievakuasi. Bantuan yang diterima dari Dinsos Kota Jambi, Baznas Provinsi Jambi, dan Orari lokal  Jambi berupa sembako" ungkap Budiman, Lurah Paal V.

Di wilayahnya sebanyak 372 rumah terendam. Banjir juga merendam kendaraan warga selain barang-barang di dalam rumah.

Rini Yuliani, Camat Jelutung menyampaikan di tempatnya sebanyak 464 rumah dari 14 RT terendam. Terparah berada di Kelurahan Jelutung. Dia bilang sejauh ini tidak ada warga maupun ternak yang menjadi korban jiwa.

Menurut keterangannya, ketinggian air sekira  150 sentimeters.

Sejauh ini belum ada data resmi yang dirilis Pemkot Jambi terkait dampak banjir maupun kerugian.

Namun, sejumlah tempat evakuasi pengungsian telah disiapkan. Di sana juga disediakan dapur umum.

"Pemerintah Kota Jambi menyediakan dapur umum untuk warga terdampak banjir. Setiap warga yang terdampak banjir, walaupun tidak ikut mengungsi di tenda, kami jamin tidak akan kelaparan. Selama kami mendapat laporan yang jelas," kata Wali Kota Jambi, Syarif Fasha.

Noviarman, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi menyediakan dapur umum.

Baca juga: Sholat Tahajud sebagai Kunci Masuk Surga, Begini Bacaan Niat dan Cara Mengerjakannya

Baca juga: Bukan Beban Diringankan Tapi Bahu Dikuatkan, Semangat Baru Hedia Sambut 2021

Baca juga: Pria Ini Nekat Naik Motor ke Tanah Suci Tempuh 20 Ribu KM, Tujuannya Mendoakan Sang Ibu yang Sakit

Tempat tersebut antara lain di mako damkar, di RT 22 Kelurahan Mayang Mangurai,  di RT 19 Kelurahan Suka Karya, di Perumahan Kembar Lestari II, Kecamatan Alam Barajo.

"Kami memiliki petugas untuk memasak di dapur umum yang terletak di mako damkar. Selain itu ada beberapa dapur umum lainnya di beberapa tempat," ucap Noviarman.

Ada pula dapur umum yang didirikan atas inisiatif masyarakat setempat. Yaitu di sebuah masjid Lorong Widuri, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kotabaru.

"Kalau butuh makanan, alur melapornya bisa melalui pemerintah setempat. Misalnya melalui RT, lalu RW, atau lain-lain hingga kami tahu," jelasnya.

Walaupun dapur umum yang disediakan Pemerintah Kota Jambi hanya ada di mako damkar, akan tetapi Dinas Sosial Kota Jambi juga tetap menyalurkan bantuan.

Bantuan saat ini baru berupa beras dan mie instan melalui pemerintah setempat untuk dapur umum di wilayahnya.

Saat banjir masih melanda pada Kamis lalu, Camat Jelutung, Rini Yuliani mengatakan proses evakuasi sudah dilakukan sejak Kamis subuh.

Evakuasi menjadi sulit, bukan hanya karena tinggi air tapi juga derasnya arus air.

Dia menyebut, di sejumlah titik air sudah mulai surut. Apa lagi setelah pintu air di Sungai Asam sudah dibuka maksimal, sehingga air mulai dibuang ke Sungai Batanghari.

Komandan Regu Basarnas, Djunianto, di lokasi banjir mengatakan air merendam sekitar lima RT di Kelurahan Jelutung.

Kata dia air mulai naik sekitar pukul 04.00 pagi.” Ketinggian air sekitar 1,5 meter," kata Djunianto di sela-sela evakuasi.

"Kami mengevakuasi dari lansia dan anak-anak sekitar 30-40 orang," terangnya.

Sementara itu Lapas Kelas IIA Jambi terendam banjir selama 7 jam. Ait menggenang sejak pukul 03.00 dan surut pada pukul 10.00.

Wali Kota Jambi H Syarif Fasha saat meninjau banjir di Kelurahan Jelutung, Kamis (31/12/2020) siang. BREAKING NEWS 464 Rumah di Kelurahan Jelutung, Kota Jambi Terendam Banjir
Wali Kota Jambi H Syarif Fasha saat meninjau banjir di Kelurahan Jelutung, Kamis (31/12/2020) siang. BREAKING NEWS 464 Rumah di Kelurahan Jelutung, Kota Jambi Terendam Banjir (tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Jambi, Jatmiko mengatakan, ketinggian banjir di dalam lapas kurang lebih 1 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi menurunkan empat unit armada perahu karet untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Kota Jambi.

Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah kepada Tribunjambi.com, mengatakan perahu karet diurunkan untuk membantu evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir ke tempat yang lebih tinggi dan lebih aman.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, hujan mengguyur hampir di seluruh wilayah Provinsi Jambi pada Rabu malam hingga Kamis pagi.

Kepala Stasiun BMKG Jambi, Ibnu Sulistyono menjelaskan, hujan mulai mengguyur sebagian wilayah Provinsi Jambi sejak pukul 22.00 WIB, hingga Kamis pagi.

Di Kota Jambi, hujan dengan intensitas tinggi terjadi sekitar pukul 00.20 WIB hingga pagi.

"Hujan di Kota Jambi sekitar enam jam," kata dia, Jumat.

Berdasarkan data BMKG, jumlah curah hujan yang tercatat di BMKG Sultan Thaha Jambi 97,5 mm, yang masuk dalam ambang batas oranye atau hujan lebat.

Artinya, air hujan yang turun di wilayah seluas satu meter persegi akan memiliki ketinggian 97,5 milimeter jika air hujan tidak meresap, mengalir, atau menguap.

Sementara jumlah curah hujan yang tercatat di BMKG Staklim Muarojambi terukur 137,9 mm, yang masuk dalam ambang batas merah atau sangat lebat.

Curah hujan yang tinggi itu mengakibatkan tingginya genangan air di sejumlah titik.

Ibnu menyampaikan, curah hujan masih tinggi dalam sepekan ke depan.

"Periode sampai dengan minggu I bulan Januari, prakiraan curah hujan masih tinggi," kata Ibnu.

Lebih lanjut, dia juga mengingatkan, untuk diwaspadai pada malam ini, hujan juga diperkirakan terjadi di wilayah Tanjung Jabung Timur, meliputi Sadu, Berbak, Hutan, Rantau Rasau, Dendang, Muara Sabak, Kuala Jambi, Muara Sabak Timur, dan Nipah Panjang.

Selain itu, hujan juga diperkirakan akan mengguyur sebagian Muarojambi, disekitar Kumpeh dengan intensitas tinggi.

"Curah hujan tinggi dan bisa terjadi genangan air," kata dia.

Berikut sejumlah data terkait banjir yang berhasil Tribun Jambi himpun;

Kecamatan Alam Barajo

Merendam1.695 rumah.

Tersebar di lima kelurahan; Bagan Pete, Mayang Mangurai, Rawasari, Kelurahan Beliung, Kenali Besar.

Berada di 38 RT.

Kecamatan Pasar

10 rumah terendam banjir.

Berada di 7 RT di Kelurahan Sungai Asam.

Kecamatan Jelutung

Menggenang rumah di 10 RT.

Tersebar di empat kelurahan; Handil Jaya, Payo Lebar, Lebak Bandung, Kelurahan Jelutung.

Di Kelurahan Jelutung ada 464 rumah yang terendam.

Kecamatan Kotabaru

372 rumah terendam di Kelurahan Paal Lima.

Ada delapan RT.

415 rumah di Kelurahan Kenali Asam Bawah.

Ada 377 KK yang rumahnya terendam di Kenali Asam Bawah.

Kecamatan Telanaipura

Terdapat 3 kelurahan yang kebanjiran; Pematang Sulur, Simpang IV Sipin, Penyengat Rendah.

Pematang Sulur 76 KK.

Kelurahan Simpang IV Sipin  139 rumah terendam.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved