Breaking News:

Berita Sarolangun

Tersangka Korupsi Damkar Sarolangun Sudah Ditetapkan, Tidak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Lanjutnya, saat ini pihaknya masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara yang dilakukan oleh Inspektorat Sarolangun

TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Kasi Pidsus Kejari, Abdul Harris 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kejaksaan Negeri Sarolangun saat masih melakukan proses penyidikan lebih dalam terkait kasus dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematanatau (Damkar) Sarolangun tahun anggaran 2017.

Kejaksaan negeri Sarolangun melalui Kasi Pidsus Kejari, Abdul Harris mengatakan, proses penyidikan sudah berlangsung sejak tahun 2018 yang lalu, dan sudah ditetapkan satu orang tersangka. 

Lanjutnya, saat ini pihaknya masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara yang dilakukan oleh Inspektorat Sarolangun, kemungkinan akan keluar hasilnya pada awal januari tahun 2021 mendatang. 

"Terkait dinas damkar yang sudah di proses tahun 2018, berdasarkan petunjuk dari pimpinan kita agar berkoordinasi dengan Inspektorat untuk melakukan penghitungan kerugian negara, mungkin dalam waktu dekat akan keluar hasilnya," kata Abdul Harris A, Rabu (30/12/2020).

Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi di dinas damkar tersebut, namun tetap akan melakukan penyidikan lebih dalam lagi. 

Baca juga: Terungkap Fakta Mengejutkan! Gisel yang Undang MYD ke Medan, Hingga Mereka Lakukan Ini

Baca juga: VIDEO: Kakek Sugiono Asal Indonesia Berjuluk Mbah Kung Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya

Baca juga: 2020 Jumlah Laka di Merangin Meningkat, 30 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia, Upaya Damai Naik

"Untuk tersangka baru kita akan lakukan pendalaman lebih lanjut, apakah ada atau tidak."

"Yang pasti proses ini tetap berjalan, karena ini sudah berjalan lama, terkait penghitungan itu kita berkoordinasi dengan Inspektorat," katanya. 

"Untuk tersangka masih yang ditetapkan sebelumnya, Insa allah dalam waktu dekat Inspektorat akan mengeluarkan hasil Penghitungan kerugian negara," ungkapnya.

Dugaan korupsi ini berawal dari temuan BPK RI perwakilan Jambi di dinas pemadam kebakaran tersebut pada tahun 2017 yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 1, 03 miliar.

(Tribun Jambi/Rifani Halim).

Penulis: Rifani Halim
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved