Breaking News:

Paman Rudpaksa Keponakan

Paman di Tanjabtim Sudah Empat Kali Rudapaksa Keponakan, Akui Kerap Paksa Lakukan Hal Ini

Dihadapan polisi, DW (54) membeberkan tindakan bejat yang dilakukannya kepada keponakannya sendiri, hingga akhirnya tertangkap tangan oleh ayah korban

Tribunjambi/Abdullah Usman
DW (54) warga Kuala Dendang Tanjabtim, diringkus Satreskrim Polres Tanjabtim usai rudapaksa keponakan sendiri. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Di hadapan penyidik, pelaku mengaku sudah empat kali melakukan hal tak senonoh kepada keponakannya, dan dilakukan di rumahnya.

Dihadapan polisi, DW (54) membeberkan tindakan bejat yang dilakukannya kepada keponakannya sendiri, hingga akhirnya tertangkap tangan oleh ayah korban.

Saat diwawancarai awak media, DW mengaku sudah empat kali melakukan aksi tersebut, dan dilakukan di rumahnya sendiri dan rumah korban yang berjarak tidak terlalu jauh.

Baca juga: Harga Cabai Merah di Pasar Keramat Tinggi Muara Bulian Meroket, Capai Rp 80 Ribu Per Kilogram

Baca juga: BREAKING NEWS Bejat, Seorang Paman di Tanjabtim Rudapaksa Keponakan Sendiri Hingga Beberapa Kali

Baca juga: NASIB Jebolan Master Chef Indonesia Ini, Jualan Nasi Bungkus & Banting Harga Rp12 Ribu, Ini Kisahnya

"Sudah empat kalilah, cuma yang terakhir tertangkap tangan ayahnya itu belum terjadi. Baru sebatas memegang organ saya saja dan dipergoki ayah korban," ujarnya

Pantauan Tribunjambi.com di lapangan, tidak tampak raut cemas ataupun penyesalan dari wajah pelaku saat menjelaskan kronologis dan awal mula tindakan keji tersebut terjadi. Bahkan tersangka terlihat plong dan santai.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanjabtim AKP Jhon Silaen mengatakan, berdasarkan keterangan tetangga sekitar bahwa pelaku tersebut terlihat kurang tertarik pada kaum hawa. Dan lebih agresif jika melihat laki laki.

"Untuk ada kelainan atau tidaknya tersangka tersebut kita masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun kalo keterangan tetangga tersangka ini lebih tertarik kepada anak laki laki," jelas Jhon

Dengan demikian tersangka dijerat pasal 76 E junto pasal 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan pengganti UU RI No 35 tahun 2015 tentang perubahan UU No 33 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman diatas Lima tahun penjara.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved