Breaking News:

Berita Merangin

Bendungan Raksasa Sungai Merangin Senilai Rp 5,5 Triliun akan Dibangun di Simpang Parit

Proses pengukuran lahan untuk dijadikan Bendungan Raksasa di Kabupaten Merangin hampir rampung.

Tribunjambi/Muzakkir
Bupati Al Haris dampingi kementrian membahas pembangunan bendungan raksasa, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Proses pengukuran lahan untuk dijadikan Bendungan Raksasa di Kabupaten Merangin hampir rampung.

Petugas pengukuran ditargetkan bisa menyelesaikan proses ukur selesai pada tahun ini. 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Merangin Aspan menyebut, pengukuran tersebut harus diselesaikan secepatnya, pasalnya itu merupakan ha penting.

"Kita tidak mau sewaktu pembangunan ada permasalahan terjadi di kemudian hari."

"Maka lahan warga yang masuk areal pembangunan bendungan lansung diukur," kata Aspan, Rabu (23/12/2020).

Setelah proses ukur ini selesai, pihaknya akan melanjutkan ke proses selanjutnya, yaitu ganti rugi lahan warga yang terkena proyek tersebut.

"Selanjutnya dilakukan ganti rugi," imbuhnya.

Pembangunan Bendungan Merangin ini dilakukan oleh Pemerintah Pusat, di Desa Simpang Parit Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin.

Bendungan raksasa sungai Merangin tersebut diketahui anggarannya meningkat dari Rp 3,3 Triliun menjadi Rp 5,5 Triliun.

Bendungan tersebut nantinya akan berfungsi sebagai sumber tenaga listrik, selain itu bendungan itu nantinya akan berfungsi sebagai irigasi pertanian, sumber air baku, pencegah banjir dan juga bakal menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Merangin.

Di samping itu, bendungan itu nantinya, lahan pertanian di Kabupaten Merangin seperti sawah tidak perlu kuatir kekeringan karena dari anggaran 5, 5 T tersebut air juga akan disalurkan ke lahan pertanian dan bisa mengaliri 7000 hektare sawah.

(Tribunjambi/muzakkir)

Penulis: Muzakkir
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved