Breaking News:

Berita Tanjabtim

Semakin Tinggi Daya Beli ASN, Petani Semakin Sejahtera

Program beras PNS di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) hingga kini masih terus berjalan

Abdullah usman
Semakin Tinggi Daya Beli ASN, Petani Semakin Sejahtera 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Program beras PNS di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) hingga kini masih terus berjalan. 

Perbulan petani mampu mencapai 32 ton dan terus meningkat. 

Dikatakan Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Tanjabtim, Idris melalui Kabid Distribusi Pangan, Nandang Agus Salim, SP mengatakan, berdasarkan peraturan Bupati nomor 3 tahun 2020, tentang fasilitasi penjualan beras petani lokal ke ASN dan Aparatur Desa.

" Khusus aparatur Desa dimunculkan sejak tahun 2020 ini, sementara untuk PNS atau ASN sejak tahun 2017. Dasarnya Perbup nomor 6 tahun 2017. Sekarang sudah direvisi, jadi Perbup nomor 3 tahun 2020, itu dasarnya untuk melaksanakan program itu," ujarnya

Lanjutnya, masing-masing pegawai jatahnya 10 kg beras. Untuk suami istri yang menjadi ASN di sini boleh salah satunya, kalau keduanya mau mengambil juga tidak masalah. Bahkan kalau mau mengambil lebih juga diperbolehkan, karena dampaknya untuk menyerap beras petani lokal di Kabupaten.

"Mulai dari tenaga administrasi di perkantoran guru, tenaga kesehatan, sudah diwajibkan semua. Perbulan kita mengeluarkan tertinggi di angka 32 ton perbulannya," tambahnya

"Mulai dari tahun 2017 hingga saat ini terus meningkat, pernah tertinggi tahun 2019 di angka 358 ton setahun. Mungkin insya Allah tahun ini naik lagi, karena ada program tambahan di aparat desanya," sambungnya

Baca juga: Dari 20 Negara hanya Indonesia yang Pesan Vaksin Covid-19 dari China, Kok Bisa Ya?

Baca juga: Kenapa 6 Menteri Baru Jokowi Kenakan Jaket Biru? Ternyata Ada Maknanya, Simak di Lengkapnya Sini

Baca juga: Bupati Mashuri Cek Empat Titik Gudang Bahan Pokok di Bungo, Begini Kondisinya

Nandang juga menjelaskan, kisaran harga yang ditetapkan untuk PNS tertinggi di angka Rp 11.100, yakni ni di Kecamatan Mendahara, Sadu dan Kecamatan Kuala Jambi. 

Untuk harga terendah yakni di Kecamatan Berbak, di angka 10.300. Harga ini berbeda-beda karena ada biaya transportasi untuk pengiriman beras tersebut dari gudang ke setiap Kecamatan.(usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved