Breaking News:

Penanganan Covid

Pembelajaran Tatap Muka di Tanjabbar Dimulai 2021, 40 Persen Sekolah Siap

Sebanyak 40 persen sekolah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat siap untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Sebanyak 40 persen sekolah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat siap untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka.

Namun hal ini akan kembali dilakukan pertimbangan dengan melihat kondisi dan situasi ke depannya.

Ha ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Martunis, Selasa (22/12).

Ia menyebutkan bahwa 40 persen kesiapan sekolah inipun juga sebenarnya tidak 100 persen siap sesuai dengan edaran kementerian.

"Siap dalam hal ini artinya siap secara segi administrasi, perlengkapan protokol kesehatan."

Baca juga: Daftar 6 Menteri Baru dan Posisinya di Kabinet Presiden Jokowi, dari Risma s/d Sandiaga Uno

Baca juga: INILAH 4 Nama Menteri yang Dicopot Jokowi, Mulai dari Wishnutana, Fachrul Razi hingga Terawan

Baca juga: BREAKING NEWS: Ini Nama-nama 6 Menteri Baru yang Diumumkan Jokowi, Risma & Sandiaga Jadi Menteri Ini

"Ini sudah kita sosialisasikan ke Kelompok sekolah, sebagian besar yang disarankan di SKB 3 Menteri."

"Kemudian juga kita ada satgas sekolah yang nantinya koordinasi juga dengan wali murid," ujarnya

Lebih lanjut disampaikan oleh Martunis bahwa 40 persen sekolah yang siap tersebut merupakan hasil tinjauan ke sejumlah sekolah.

Sementara 60 persen sekolah lainnya belum dilakukan peninjauan, dan ini dimungkinkan akan bertambah.

"Jadi kita lihat nanti seperti apa persiapan mereka."

"Sesuai dengan SKB 3 menteri bahwa aturan tatap muka ini juga dikembalikan kepada pihak sekolah, apakah siap atau tidak," katanya.

"Tapi kita tetap berikan arahan. Kadang-kadang yang disebutkan siap mereka itu belum tentu juga siap atau sesuai standar SKB 3 Menteri tadi."

"Jadi memang betul-betul harus kita tinjau,"tambahnya

Lebih lanjut disampaikan bahwa selama ini sekolah di Kabupaten Tanjabbar kebanyakan melakukan pelaksanaan belajar mengajar dilakukan secara di luar jaringan.

Adapun pelaksanaannya dilakukan di mana siswa yang hadir tidak seperti biasanya dan dengan jam belajar yang dikurangi

"Selama ini kebanyakan during, karena melihat anak didik yang tidak semuanya bisa memiliki HP."

"Jadi sebagian ada yang daring dan kebanyakan during," tuturnya

Sementara itu, Martunis juga menyinggung soal pengolahan dana bantuan operasional sekolah yang beberapa sekolah sudah menggunakan untuk membeli perlengkapan untuk proses belajar mengajar tatap muka.

Setidaknya ada 216 Sekolah Dasar dan ada sekitar 46 Sekolah Menengah Pertama baik yang negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Tanjabbar.

(Tribunjambi/samsul bahri)
 

--

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved