Breaking News:

Penanganan Covid

40 Persen Sekolah di Tanjabbar Siap Belajar Tatap Muka, Siap Administrasi dan Perlengkapan Prokes

Namun hal ini akan kembali dipertimbangan dengan melihat kondisi dan situasi kedepannya.

Tribunjambi/Samsul Bahri
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabbar, Martunis 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - 40 persen sekolah di Kabupaten Tanjabbar siap untuk pembelajaran tatap muka.

Namun hal ini akan kembali dipertimbangan dengan melihat kondisi dan situasi kedepannya.

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabbar, Martunis, Selasa (22/12/2020), menyebutkan bahwa 40 persen kesiapan sekolah inipun juga sebenarnya tidak 100 persen siap sesuai dengan edaran kementerian.

Baca juga: Penghujung Tahun, Kota Jambi Banjir Penghargaan

Baca juga: Tiba-tiba Veronika Tan Muncul di Rumah Anies Baswedan, Orang-orang Kaget Lihat Mantan Ahok, Ada Apa?

Baca juga: Resmikan Labkesda, Fasha Harap Penanganan Covid-19 di Kota Jambi Maksimal

"Siap dalam hal ini artinya siap secara segi administrasi, perlengkapan protokol kesehatan. Ini sudah kita sosialisasikan ke Kelompok sekolah, sebagian besar yang disarankan di SKB 3 Menteri. Kemudian juga kita ada satgas sekolah yang nantinya koordinasi juga dengan wali murid," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Martunis bahwa 40 persen sekolah yang siap tersebut merupakan hasil tinjauan ke sejumlah sekolah.

Sementara 60 persen sekolah lainnya belum dilakukan peninjauan, dan ini dimungkinkan akan bertambah.

"Jadi kita lihat nanti seperti apa persiapan mereka. Sesuai dengan SKB 3 menteri bahwa aturan tatap muka ini juga di kembalikan kepada pihak sekolah, apakah siap atau tidak,"katanya.

"Tapi kita tetap berikan arahan. Kadang-kadang yang disebutkan siap mereka itu belum tentu juga siap atau sesuai standar SKB 3 Menteri tadi. Jadi memang betul-betul harus kita tinjau,"tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa selama ini sekolah di Kabupaten Tanjabbar kebanyakan melakukan pelaksanaan belajar mengajar dilakukan secara di luar jaringan.

Adapun pelaksanaannya dilakukan dimana siswa yang hadir tidak seperti biasanya dan dengan jam belajar yang dikurangi.

"Selama ini kebanyakan during, karena melihat anak didik yang tidak semuanya bisa memiliki HP. Jadi sebagian ada yang daring dan kebanyakan during,"tuturnya.

Sementara itu, Martunis juga menyinggung soal pengolahan dana bantuan operasional sekolah yang beberapa sekolah sudah menggunakan untuk membeli perlengkapan untuk proses belajar mengajar tatap muka.

Setidaknya ada 216 Sekolah Dasar dan ada sekitar 46 Sekolah Menengah Pertama baik yang negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Tanjabbar.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved