Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Nasional

Polwan Cantik Penjaga Perdamaian Dunia, Briptu Hikma Akui Sempat Cemas Disandera Kelompok Bersenjata

Ya, beberapa waktu lalu wajah Briptu Hikma Nur Syafa Atun sempat mencuri perhatian di jagat maya.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase/Tribun Jambi
Beberapa waktu lalu wajah Briptu Hikma Nur Syafa Atun sempat mencuri perhatian di jagat maya. 

TRIBUNJAMBI.COM, SLEMAN - Parasnya yang cantik dan profesinya yang menantang membuat nama Briptu Hikma Nur Syafa Atun jadi sorotan.

Ya, beberapa waktu lalu wajah Briptu Hikma Nur Syafa Atun sempat mencuri perhatian di jagat maya.

Bukan karena parasnya yang ayu, ia pun merupakan petugas penjaga perdamaian PBB di Afrika Tengah. Tepatnya di Bangui.

Polwan yang bertugas di Satlantas Polres Bantul tersebut bergabung dengan Formed Police Unit (FPU) bersama dengan 139 polisi lainnya. Dari 139 polisi, 14 di antaranya adalah Polwan.

Briptu Hikma Nur Syafa Atun, Polwan asal Bantul, Yogyakarta petugas penjaga perdamaian PBB di Bangui, Afrika Tengah
Briptu Hikma Nur Syafa Atun, Polwan asal Bantul, Yogyakarta petugas penjaga perdamaian PBB di Bangui, Afrika Tengah ()

Baca juga: Polwan Eka Frestya Dulu Jadi Sorotan Karena Parasnya yang Cantik, Begini Nasibnya Sekarang

Baca juga: Kondisi Terkini Polwan Bripda Vani Simbolon saat Serangan Corona, Wajahnya Jadi Beda Jauh

Baca juga: Jebakan Maut Polwan Nginap di Hotel Sama dengan Bos Penjahat, Kisah Bripka Yosia Menyamar

Ima, sapaan akrabnya menceritakan, sejak menjadi Polwan 2013 lalu, ia bercita-cita untuk mendapatkan program tugas luar negeri.

Gayung bersambut, pada tahun 2018 dibuka peluang misi tersebut.

Tak ingin mengabaikan peluang, ia pun mencoba mendaftar.

Untuk menjalankan misi kemanuasiaan tersebut, perempuan berusia 26 tahun itu terpaksa berpisah dengan orangtuanya.
Selama 15 bulan, Ima hanya bisa berkomunikasi via telepon.

"Dulu memang ingin ikut program internasional, ingin punya pengalaman lebih di kepolisian. Tahun 2018 dibuka peluang ini, langsung mendafatar, dan menjalani tes. Berangkat tanggal 27 Juni 2019,dari Polda DIY ada dua yang bertugas. Orangtua sangat mendukung, perasaan khawatir pasti ada, tetapi tetap mendukung,"tuturnya, Selasa (03/11).

Kehidupan di sana tidak mudah, ia dan teman-temannya harus membangun tenda dari nol.

Baca juga: Lengkap Jadwal Misa Natal Keuskupan Agung Jakarta 2020, Termasuk Depok Tangerang dan Bekasi

Baca juga: Vernita Syabila Ngamuk Bagian Sensitifnya Disebut Bau Ikan Asin : Itu Pelecehan Banget

Baca juga: Ketahuan Culik Reyna, Al Akan Jujur Reyna Anak Andin? Link Nonton Ikatan Cinta 21 Desember 2020

Anak kedua dari dua bersaudara ini harus merasakan panas dan hujan selama tiga bulan di dalam tenda.

Cuaca hanya masalah sepele baginya, karena ada kelompok bersenjata yang harus dihadapinya.

Bahkan ia pernah menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata tersebut. Namun dengan kemampuan komunikasi dan negosiasi yang baik, ia dan teman-temannya dibebaskan.

"Tugas kami di sana cukup berat, karena kami yang pertama membangun kepercayaan mereka (warga Bangui). Sempat tersandera dalam mobil, tetapi dengan komunikasi yang baik, kami berikan pengertian akhirnya kami dibebaskan,"ungkapnya.

Briptu Hikma Nur Syafa Atun, Polwan asal Bantul, Yogyakarta
Briptu Hikma Nur Syafa Atun, Polwan asal Bantul, Yogyakarta ()

Pengalaman disandera ternyata bukan satu-satunya pengalamannya bersingungan langsung dengan kelompok bersenjata.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved