Health and Beauty
Batasi Main Handphone Maksimal 2 Jam, Keluhan Mata Kabur Meningkat. Didominasi Pelajar SMP dan SMA
Pandemi Covid-19 mengubah banyak kebiasaan hidup manusia. Slogan ‘di rumah saja” membuat orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah,
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pandemi Covid-19 mengubah banyak kebiasaan hidup manusia. Slogan ‘di rumah saja” membuat orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, terutama anak-anak sekolahan yang beralih belajar di rumah secara online.
Banyaknya waktu dengan gadget, tentu akan memengaruhi kondisi mata seseorang. Keluhan mata cepat kabur dan berair menjadi keluhan utama di optik-optik yang beroperasi di Kota Jambi.
Mayoritas yang datang ke Optik Metro melaporkan mata cepat kabur dan berair. Mereka didominasi dari kalangan anak sekolah SMP dan SMA dan mayoritas akibat penggunakan smartphone yang berlebihan.
Owner Optik Metro, Hartati A.Md. RO menjelaskan keluhan yang datang seperti mata cepat kabur dan mata berair datang dari anak sekolah dan saat pandemi anak sekolah lebih banyak mengunakan smartphone.
Meskipun sebelum pandemi anak-anak sekolah sudah banyak yang menghabiskan waktu menggunakan smartphone, semenjak pandemi waktu yang dipakai menggunakan smartphone lebih panjang.
"Keluhan datang dari anak-anak sekolah, dimasa pamdemi covid-19 sekarang apa-apa serba online, seperti belajar online, yang sebelum pandemi anak-anak sudah banyak menghabiskan waktu main smartphone, semenjak pandemi waktu main smartphone lebih panjang," jelasnya.
Dalam satu hari tidak sedikit anak-anak yang menghabiskan waktu bermain smartphone, laptop, ataupun elektronik lainnya.
"Ada juga yang saya tanya sehari berapa jam main handphone, banyak yang jawab tidak tentu kadang dari pagi sampai sore dak ada kerjaan jadi isi luang waktu main handphone," tambahnya.
Waktu yang dapat diambil dalam menggunakan smartphone tidaklah sebanyak itu dan mata juga membutuhkan istirahat.
"Sedangkan main handphone itu maksimal 2 jam dan istirahat sekitar 20 atau 25 menit istirahat, kemudian sebaiknya saat main smartphone lampu kamar dihidupkan, kalau lampu mati bahaya bisa 3 kali lipat dan mata lelah tidak boleh dipaksa sedangkan radiasi handphone itu sangat berbahaya sekali," ujar Hartati.
Bahaya radiasi yang dihasilkan oleh elektronik tersebut, banyak orangtua yang belum sadar akan bahaya tersebut, meskipun menggunakan kaca mata radiasi belumlah cukup, orang tua harus membatasi anak menggunakan smartphone.
"Untuk sekarang, pengaruh smartphone yang paling besar dan mayoritas memang pengaruh dari smartphone meskipun ada juga yang bawaan dari lahir, dan orangtua harus benar-benar membatasi anak menggunakan smartphone," tutupnya.
Kacamata Fashion Paling Diminati
MENINGKATNYA kunjungan ke Optik Metro juga berdampak kepada meningkatkan penjualan kaca mata di kalangan anak-anak sekolah, baik anak SMP maupun anak SMA.
Owner Optik Metro, Hartati A.Md.RO menjelaskan, mulai dari kaca dan bingkai yang dicari anak-anak sekolah harus tetap kekinian dan fashionabel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/23062017_bocah_gadget_20170623_110831.jpg)