Israel dan Amerika Terancam! Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah Tanah, Joe Biden Didesak Lakukan Ini

Di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), Iran justru memulai pekerjaan konstruksi di situs nuklir Fordo. 

Editor: Teguh Suprayitno
AP
Ayatollah Ali Khamenei 

Israel dan Amerika Terancam, Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah Tanah, Joe Biden Didesak Lakukan Ini

TRIBUNJAMBI.COM - Di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), Iran justru memulai pekerjaan konstruksi di situs nuklir Fordo. 

Lokasi kontruksi nuklir bawah tanah tersebut terlihat dari foto satelit pada 11 Desember 2020 yang dibagikan kantor berita Associated Press.

Tak hanya media, aktivitas Iran ini juga diamati oleh analisis pertahanan Israel yang tidak diungkap identitasnya.

Mengutip The Guardian, tujuan dari pembangunan fasilitas nuklir bawah tanah itu belum diketahui secara rinci.

Namun dipastikan Iran akan dimintai keterangan atas foto satelit yang beredar ini pada pertemuan penandatanganan kesepakatan nuklir Iran pada Senin mendatang.

Foto satelit pada 11 Desember 2020 ini oleh Maxar Technologies menunjukkan pembangunan fasilitas nuklir Fordo Iran. Iran telah memulai pembangunan di sebuah situs di fasilitas nuklir bawah tanahnya di Fordo di tengah ketegangan dengan AS atas program atomnya, foto satelit diperoleh Jumat, 18 Desember 2020.
Foto satelit pada 11 Desember 2020 ini oleh Maxar Technologies menunjukkan pembangunan fasilitas nuklir Fordo Iran. Iran telah memulai pembangunan di sebuah situs di fasilitas nuklir bawah tanahnya di Fordo di tengah ketegangan dengan AS atas program atomnya, foto satelit diperoleh Jumat, 18 Desember 2020. (The Associated Press show.(AP))

Hingga saat ini, Iran belum mengakui adanya pembangunan fasilitan nuklir bawah tanah yang tengah dalam pengerjaan itu.

September kemarin, Iran mengatakan, pihaknya telah memulai meningkatkan pengayaan uranium di Fordo, sebagai salah satu dari lima langkah untuk mengurangi kewajibannya terkait sanksi nuklir AS.

Persediaan uranium yang diperkaya Iran lebih dari 2,4 ton atau 12 kali lipat dari batas yang ditetapkan oleh kesepakatan nuklir tersebut.

Iran juga mulai memperkaya sentrifugal canggih di pabrik bawah tanahnya di Natanz.

Teheran mengatakan memiliki hak untuk mengubah upaya pengayaan uranium karena ketidakpatuhan AS dan kegagalan Uni Eropa (UE) untuk berdagang dengan Iran.

Citra satelit yang diperoleh dari Maxar Technologies oleh AP menunjukkan konstruksi berlangsung di sudut barat laut situs.

Konstruksi baru di lokasi tersebut dimulai pada akhir September.

Iran mengizinkan pengawas senjata PBB dari Badan Energi Atom Internasional masuk ke situs tersebut.

Tetapi Iran sering dituduh berusaha merahasiakan informasi dari IAEA.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved