Tolak Aksi 1812 Jumat Besok, Polisi Gelar Aksi Kemanusiaan Cegah FPI, PA 212 Demo di Istana Negara

Tolak Aksi 1812 Jumat Besok, Polisi Gelar Aksi Kemanusiaan Cegah FPI, PA 212 Demo di Istana Negara

Editor: Heri Prihartono
Tribunnews/JEPRIMA
Ratusan massa dari sejumlah ormas Islam seperti FPI, GNPF Ulama, PA 212 yang tergabung dalam ANAK NKRI saat melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU HIP di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Dengan pertimbangan yang matang, Polda Metro Jaya  tidak mengijinkan Aksi 1812 pada Jumat besok. 

Sebagai gantinya, polisi dan TNI akan menggelar operasi kemanusiaan sebagai pengganti Aksi 1812.

Adapun aksi kemanusiaan polisi dan TNI guna mencegah aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni atau PA 212 dan Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI di depan Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (18/12/2020).

Mengingat ribuan anggota PA 212, FPI, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama akan berunjuk rasa.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menunjukan barang bukti saat menggelar rilis kasus dugaan penyerangan anggota polisi oleh pendukung Front Pembela Islam (FPI) di Gedung Direskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020). Pada rilis tersebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran Fadil Imran menyebutkan bahwa pada peristiwa penyerangan tersebut polisi terpaksa menembak karena merasa terancam oleh beberapa orang dari kelompok pendukung FPI yang menyebabkan 6 orang dari kelompok FPI meninggal dunia.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menunjukan barang bukti saat menggelar rilis kasus dugaan penyerangan anggota polisi oleh pendukung Front Pembela Islam (FPI) di Gedung Direskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020). Pada rilis tersebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran Fadil Imran menyebutkan bahwa pada peristiwa penyerangan tersebut polisi terpaksa menembak karena merasa terancam oleh beberapa orang dari kelompok pendukung FPI yang menyebabkan 6 orang dari kelompok FPI meninggal dunia. (Tribunnew.com/Jeprima)

Ada tiga tuntutan yang akan disampaikan oleh mereka. 

Di antaranya, mereka menuntut pengusutan kasus penembakan mati 6 Laskar FPI.

Selain itu, mereka mendesak pembebasan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang kini ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya.

"Yang jelas surat tanda terima pemberitahuan (STTP) aksi, atau izinnya tidak kita keluarkan.

Kita akan lakukan operasi kemanusiaan.

Mulai dari mana? Preventif kita mulai dari wilayah dan daerah, akan kita cegah kerumunan," tegas Yusri.

"Kalau ada kerumunan kita sampaikan tidak boleh, karena kami lakukan operasi kemanusian," tambahnya.

Selain itu katanya sejumlah personel kata Yusri tetap disiagakan.

"Personel tetap ada. Nanti akan kita sampaikan jumlahnya karena kita akan rapat dulu," ujar dia.

Sedangkan terkait penyekatan massa yang bergerak masuk dari luar Ibu Kota, Yusri menegaskan langkah tersebut diterapkan situasional.

"Yang utama secara preventif kita sampaikan, kalau mau ada kumpul 10 orang kita datangi dan kita cegah.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved