Breaking News:

Penanganan Covid

RS Baiturrahim akan Persiapkan Mahasiswa Stikba Jambi Semester Akhir Tangani Covid-19

Direktur RS Baiturrahim menanggapi saran Walikota Jambi untuk mempersiapkan mahasiswa jadi relawan Covid-19.

Tribun Jambi/Rara Khushshoh
Dr Jasril Hardianto, Direktur RS Baiturrahim Kota Jambi 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Rara Khushshoh Azzahro

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Direktur RS Baiturrahim menanggapi saran Walikota Jambi untuk mempersiapkan mahasiswa jadi relawan Covid-19.

Pihaknya akan melakukan koordinasi ke dinas kesehatan dan perguruan tinggi.

Sebelumnya, Syarif Fasha, Walikota Jambi mengusulkan berdayakan mahasiswa untuk maksimalkan kerja rumah sakit. Tentu dengan kebutuhan rumah sakit yang kapasitas yang dimiliki mahasiswa.

"Pilih beberapa saja. Jadi positifnya selain rumah sakit memiliki tenaga Covid-19 tambahan, mahasiswanya nanti juga bisa punya pengalaman menangani Covid-19," sebut Fasha, Rabu (16/12/2020).

Dr. Jasril Hardianto, Direktur RS Baiturrahim Kota Jambi, menyambut baik saran Walikota Jambi. Ia menganggap akan sangat terbantu jika dapat terealisasi.

"Saya rasa itu usulan yang cukup baik ya. Tapi nanti kita harus koordinasi lagi, mungkin dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi terkait apakah mahasiswa ini dikeluarkan izinnya. Karena setiap tenaga kesehatan (Nakes) itu kan harus punya surat izin praktek," Jasril menanggapi.

Kemudian, kalau ini dianggap sebagai kedaruratan. Seperti contohnya di Jakarta banyak relawan yang juga bisa membantu.

Mungkin ini bisa dikeluarkan, bisa dikoordinasikan atau bisa koordinir lagi oleh Dinas Kesehatan Kota Jambi maupun Provinsi Jambi.

"Supaya kami sendiri bisa melihat bahwa kalau memang bisa, kami ke mana, terus diizinkan seperti apa persyaratannya. Saya rasa itu salah satu solusi dari kendala ke-SDM an, ya bisa tertangani dengan baik," lanjutnya.

Lebih lanjut, di Baiturrahim, antara rumah sakit dan perguruan tingginya yaitu Stikes Baiturrahim (Stikba) merupakan dua lembaga yang berbeda.

"Jadi mungkin kami akan koordinasi dengan Stikba, apakah bisa nanti lulusannya diberdayakan, kalau memang ada izin. Karena yang paling penting saat ini adalah izin dari Dinas Kesehatan," ucapnya.

Ia juga menanggapi mengenai durasi perihal perizinan. Menurutnya seharusnya perizinan dapat cepat terselesaikan, terutama saat pandemi.

"Karena sebelumnya saya di RS Pertamina Jakarta. Karena saat ini sifatnya emergency karena pandemi, kami dapat berkomunikasi ke Dinas Kesehatan dengan surat izin sementara tapi hanya berlaku satu tahun," ujar Jasril.

Kemudian mengenai perpanjangan izin, nanti akan dilihat apakah masih diperlukan jika pandemi belum diputuskan untuk berakhir.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Baca juga: Obat Sakit Radang Tenggorokan yang Bisa Dibuat di Rumah - Cuka Apel, Bawang Putih, Madu, Pepermint

Baca juga: Tweet Rahma Sarita yang Membuatnya Dicopot dari Staf Tenaga Ahli MPR, Dianggap Lecehkan Pancasila

Baca juga: Mobil Bekas yang Harganya Turun Drastis - Honda Civic dan Honda HR-V, Seken Mulai Rp 100 Jutaan

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro
Editor: Edmundus Duanto AS
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved