Namanya Digadang-gadang Bakal Jadi Menteri Sosial, Tri Rismaharini: Saya Tidak Berani Berpikir Itu
Akhir-akhir ini, nama Wali Kota Surabaya dua periode itu disebut-sebut berpeluang berangkat ke Jakarta mengisi kursi Mensos.
TRIBUNJAMBI.COM - Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih menjadi perbincangan hangat dalam lingkaran bursa kursi Mensos RI.
Saat ditemui di salah satu kegiatannya, Rabu (16/12/2020), Risma mengaku belum berpikir mengenai hal itu. Menurut dia, jabatan tersebut diakui tak mudah.
"Coba berapa orang di Indonesia ini sangat tergantung dari Menteri Sosial? Jadi itu kenapa aku ndak berani sama sekali berpikir. Saya tidak berani berpikir itu," kata Risma.
Akhir-akhir ini, nama Wali Kota Surabaya dua periode itu disebut-sebut berpeluang berangkat ke Jakarta mengisi kursi Mensos.
Beberapa kalangan menilai, Risma yang sudah dua periode di Surabaya, pengalaman dan kinerjanya disebut bisa menjadi modal merapat ke kabinet.
Baca juga: Perjalanan Asmara Setiap Zodiak 17 Desember 2020, Peruntungan Gemini Bakal Boros, Leo Buat Jadwal
Baca juga: ROCKY GERUNG Buka-bukaan soal ILC Tamat, Cium Gelagat Aneh dan Sebut Sering Diganjal ke ILC tvOne
Namun, jawaban Risma sama seperti sebelumnya. Apalagi, menurut dia, tugas di Kementerian Sosial diakui pasti tak sembarangan.
Misalnya menangani perihal bantuan kepada warga, ada beragam bantuan di Kementerian Sosial. Jika keliru, kata Risma, pertanggungjawaban juga di hadapan Tuhan.
"Makanya kenapa, kalau aku tidak berpikir, aku tidak meminta, pasti Gusti Allah nanti akan membantu saat aku sulit," terang Risma.
Politisi PDI Perjuangan itu mengaku untuk urusan itu pihaknya juga perlu mendapat arahan dari Ketua Umum partainya, Megawati Soekarnoputri.
Sejauh ini belum ada arahan mengenai hal tersebut.
"Tapi bukan aku yang minta, atau aku yang kepingin. Kalau aku yang kepingin aku takut itu tadi, karena sekian juta tergantung pada bantuan-bantuan," ujar Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu.
Baca juga: Dihantam Pandemi UMKM Jambi Ini Menolak Tutup, Sukses Strategi Buka Lini Usaha Baru