Citizen Journalism
Gubernur Jambi 2021-2024 Cek Endra Atau Al Haris
Agaknya mesin partai politik tidak maksimal bergerak. Serta paslon ini baru terwujud pada saat-saat terakhir menjelang pendaftaran
Oleh Abdul Bari Azed *
WARGA Jambi dalam hari-hari ini serta minggu depan harap-harap cemas. Terlebih lagi pasangan calon nomor 1 Cek Endra-Ratu Munawaroh serta pasangan calon nomor urut 3 Al Haris-Abdullah Sani.
Siapa yang unggul dalam Pilkada Gubernur Jambi dimana pemungutan suara sudah berlangsung dengan relatif aman dan lancar pada hari Rabu 9 Desember 2020 yang baru lalu.
Dalam hitungan cepat dari lembaga survei Puspoll Indonesia pasangan CE-Ratu memperoleh 38,39 persen,paslon nomor 3 Al Haris-Abdullah Sani memperoleh 37,02 persen, sedangkan pasangan nomor urut 2 Fachrori Umar-Syafril Nursal memperoleh 24,59 persen.
Sedangkan lembaga survei yang lain LSI mengungguli pasangan calon Haris-Sani 38,83 persen, sedangkan pasangan calon CE-Ratu 36,88 persen,serta paslon Fachrori Umar-Syafril Nursal 24,29 persen.
Kedua pasangan ini saling mengeklaim bahwa merekalah yang unggul dalam pemilihan Gubernur Jambi.
Sedangkan pasangan nomor urut 2 yang juga petahana Fachrori Umar-Syafril Nursal harus legowo dan ini disampaikan pula oleh Gubernur Fachrori Umar yang mulai aktif minggu lalu menyatakan legowo dan menerima hasil pilgub Jambi.
Pasangan calon FU-SN yang didukung oleh partai besar Gerindra dan Demokrat yang tidak berhasil menang.
Agaknya mesin partai politik tidak maksimal bergerak. Serta paslon ini baru terwujud pada saat-saat terakhir menjelang pendaftaran bakal calon yang sebelumnya Fachrori berniat berpasangan dengan Syafrial Bupati Tanjung Jabung Barat yang kader PDIP.
Terhadap hasil hitung cepat sebagaimana yang diuraikan diatas,dimana masing-masing paslon menyatakan dirinya sebagai pemenang,dan eloknya kita tunggu saja hasil rekapitulasi dan pleno KPUD Provinsi Jambi yang berlangsung tanggal 26 Desember mendatang.
Tetapi dari data real count KPUD Provinsi Jambi dengan suara masuk 56,61 persen atau 4.062 TPS dari 8.236 TPS, pada tanggal 11 Desember 2020 pukul 21.04 WIB,pasangan Haris-Sani masih unggul dengan perolehan 38,8 persen, CE- Ratu 37,7 persen dan Fachrori Umar -Syafril Nursal 23,6 persen.
Siapa CE dan Ratu.
Sambil menunggu hasil akhir dari pleno KPUD Provinsi Jambi ada baiknya kita mengenai siapa sosok Cek Endra dan Ratu Munawaroh. Cek Endra dilahirkan di Mandiangin pada tanggal 17 Maret 1958 (62 th).Menempun pendidikan di Yogyakarta.
Dia memulai karir sebagai pegawai PT Tugu Pratama,anak perusahaan BUMN Pertamina bergerak dibidang asuransi,kemudian dia berwirausaha di Jakarta.Pada tahun 2006 dia balek ke kampung Mandiangin dan berpasangan dengan Hasan Basri Agus (HBA) sebagai Bupati Sarolangun dan Wakil Bupati Sarolangun. dan karena HBA terpilih sebagai Gubernur Jambi,dia melanjutkan sisa jabatan selanjutnya dia berhasil dua periode sebagai Bupati Saralangun, 2011-2016,dan 2017-2023.
Baca juga: Tingkat Partisipasi Masyarakat Muarojambi di Pilgub Jambi Menurun, Covid-19 Salah Satu Faktornya
Baca juga: UPDATE Hasil Pilgub Jambi 2020 Pukul 06.00 WIB di pilkada2020.kpu.go.id Suara 90,82%
Baca juga: VIDEO Kisah Relawan Pilkada di Sarolangun, Antar Logistik Jalan Kaki, Habiskan 12 Jam Pulang Pergi
Ada yang menarik dari sosok CE ini disamping memperoleh berbagai penghargaan sebagai Bupati Sarolangun juga dia berkesempatan mengenyam pendidikan singkat tentang Leadership pada tahun 2013 di Harvard University,USA, suatu universitas yang bergengsi kelas dunia.
Sedangkan Ratu Munawaroh,sudah tidak asing lagi bagi warga Jambi,dia adalah isteri almarhum Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin,dua periode. Ratu dilahirkan di Taskmalaya Jawa Barat 30 Agustus 1977 (43 th),dan pernah sebentar sebagai anggota DPR-RI dari PAN Daerah pemilihan Jambi kemudian mengundurkan diri karena mendamingi suaminya Zulkifli Nurdin yang terpilih sebagai Gubernur Jambi.
Siapa Haris-Sani
Berbeda dengan Cek Endra, yang jauh-jauh hari sudah berniat maju sebagai bakal calon gubernur dengan merebut ketua Golkar Provinsi Jambi dan berjalan mulus dengan terpilih secara aklamasi.
Al Haris meniti karir sebagai PNS dari bawah.
Al Haris dilahirkan di desa Sekating Tiang Pumpung Merangin, 23 November 1973 (47 th)..Menempuh pendidikan di ASM Jambi,STA LAN Bandung,Unja dan lulus doktor dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri .
Dimulai sebagai Sekretaris Lurah Selamat Kecamatan Kta Baru,kemdian menjadi Lurah,Selamat dan pernah dinobatkan sebagai Lurah Favorit dan Lurah teladan
Kemudian ditarik ke pemkab Sarolangun ketika HBA menjadi Bupati Sarolangun.Kemudian dimutasi ke pemprov ketika HBA menjadi Gubernur Jambi. Al Haris kemudian pada tahun 2013 mencalonkan diri sebagai Bupati Merangin dan terpilih untuk dua periode masajbatan 2013-2018,dan 2018-2023.

Sedangkan Abdullah Sani,sebagai bakal calon Wakil Gubernur dilahirkan pada tanggal 8 September 1956 (64 th).menemupuh pendidikan IAIN SultanThaha Saifudin (kini UIN Sutha), memulai karis sebagai dosen kini dengan pangkat akademis sebagai Lektor kepala.Sani pernah menjabat sebagai Wakil Walikota Jambi bersama Walikota Syarif Fasha periode 2013-2018. Sani juga dikenal sebagai ulama yang berpengaruh dan tokoh NU.
Berbeda dengan pasangancalon yang lain Haris-Sani dari awal sudah.serasi pasangan umara-ulama,sedangkan pasangan calon lain mengalami gonta-ganti.
Semula Cek Endra berpasangandengan DR.Sukandar,Bupati Tebo,yag kemudian tidak jadikarenaSukandar fokus menyelesaikan masa jabatannya sebagai Buati Tebo.
Munculnya Ratu Munawaroh sebagai bakal calon wakil gubernur setelah gagal mendapat dukungan PAN (padahal Ratu kadePAN), Ratu berhasil melobby petinggi partai PDIP maka dia dicalonkan dari PDIP,pemilik suara tertinggi di dewan provinsi maka bertambah kuatlah dukungan CE-Ratu yaitu Golkar (7 kursi) dan PDIP (9 kursi)Begitu juga pasangan calon nomor urut 2 Fachrori Umar-Syafril Nursal, semula digadang-gadang Fahrori dengan Syafrial, Bupati Tajab Barat merupakan kader PDIP. Lalu pada saat-saat terakhir cukup mengejutkan dan mencengangkan publikmmunculnya Syafril Nursal, seorang jenderal,bintang duaPolri putera kelahiran Kerinci yang berpasangan dengan petahana Fachrori Umar.
Kembali kepada judul tulisan ini Gubernur Jambi Cek Endra atau Haris, meskipun mereka saling mengklim sebagai pemenang berdasarkan hitung cepat dari beberapa lembaga survei.Bagaimana kedudukan hitung cepat di dalam literatur hukum ketatanegraraan berkaitandengan pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah
.Hitung cepat (quick count) adalah bentuk partisipasi masyarakat.
Dimana survei ditujukan untuk melihat sejauh mana probalitas dan elektabilitas peserta pilkada,baik kandidat maupun partai politik,untuk meraih suara terbanyak dan memenangkan pilkada.
Sedangkan hitung cepat berusaha memotret hasil sementara perhitungan suara berdasarkan hasil sampel hasil perhitungan suara dari sejumlah TPS
.Akan tetapi hasil ini tidak dapat dijadikan rujukan utama dari hasil pilkada karena rekapitulasi berjenjang dari level TPS hingga rekapitulasi tingkat provinsi di KPU merupakan hasil plkada sesungguhnya.
Sambil menuggu hasil pleno KPUD Provinsi Jambi siapa Gubernur Jambi 2021-2024,penulis menutup tulisan ini dengan doa Ya ALLAH kami hambamu dan kami sangat lemah untuk bisa membaca taqdirMU oleh karena itu berilah pimpinan/Gubernur kami siapapun,dia jadikanlah dia sosok yang terbaik untuk kami kami pasrahkan kepadaMU ya Allah,Amiin Yaa Robbal Aalamiin.
*Penulis adalah Guru Besar Universitas Batanghari dan Universitas Indonesia Depok