Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Hasil Panen Padi di Tanjabtim Capai 5.704 Ton Tahun Ini

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjabtim, Sunarno mengatakan, produksi beras tersebut merupakan prestasi y

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Musim Tanam, para petani di Kecamatan Rantau Rasau tengah bersiap untuk bercocok tanam padi. Para petani masih mengeluhkan serangan hama tikus yang menghantui. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura pada periode April-September telah memproduksi beras sebanyak 5.704 ton beras. Dari luas tanam mencapai 4.581 hektare.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjabtim, Sunarno mengatakan, produksi beras tersebut merupakan prestasi yang baik, karena pada saat musim tanam kondisi masih dalam musibah non bencana pandemi Covid-19.

"Data produksi beras tersebut juga tercatat di Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanjabtim," katanya, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Kasus Aktiv Covid-19 Meningkat, Angka Kesembuhan Menurun, Doni Munardo Ingatkan Upaya Pencegahan

Kemudian untuk periode musim tanam Oktober-Maret, pada bulan Oktober sampai November pihaknya sudah menanam padi seluas 3.200 lebih hektar. Memang saat ini diakuinya curah hujan tinggi, namun Dirinya akan tetap optimis.

"Kita lihat juga berita-berita banjir yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota. Dimana muaranya nanti tidak lama air itu akan ke tempat kita juga (Tanjabtim," jelasnya.

Diakuinya, bahwa ada beberapa wilayah yang saat ini pada masanya petani menyemai padi, tapi belum bisa diturunkan untuk di tanam di sawah.

Baca juga: Hindari Timbulnya Klaster Baru, ASN Tanjabtim Diimbau Tidak Liburan ke Luar Provinsi

"Mudah-mudahan ini tidak menjadi kendala yang serius, sepanjang memang kondisi alam di Kabupaten Tanjabtim baik untuk sisi tanaman pangan," harapnya.

"Karena banjir ini biasanya terjadi luar biasa. Jadi tanggul yang sudah ada biasanya dilampaui, karena ini merupakan musiman," ungkapnya.

Dia menerangkan, untuk petani semuanya sudah turun ke sawah. Karena Tanjabtim mendapatkan bantuan benih pada dari Kementerian seluas 2.500 hektar benih, dan sudah terdistribusikan semua.

Baca juga: Ramalan Zodiak Selasa 15 Desember 2020, Gemini Masalah Penting Scorpio Kehilangan Diri

Untuk penjualan memang diakuinya, petani ada juga yang menjual produksinya ke tengkulak-tengkulak luar, itu tidak bisa dipungkiri. Karena stok beras yang dibeli untuk penanganan Covid-19 dan kebutuhan beras PNS itu pun sudah terpenuhi, dan masih banyak beras panen yang belum tertampung.

"Kita tidak mungkin menahan petani untuk menjual hasil panennya ke luar, karena petani-petani butuh biaya. Makanya petani masih menjual ke tengkulak luar," tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved