Berita Nasional
OGAH Terima Vaksin Duluan, Tak Disangka Jokowi Malah Inginkan Divaksin Berbarengan dengan Rakyat
Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Sinovac yang telah tiba di Indonesia memang sedianya akan diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan.
TRIBUNJAMBI.COM - Vaksin Covid-19 yang dikabarkan sudah datang dan akan diberikan ke masyarakat pada Tahun 2021 masih menunggu kabar dari pemerintah.
Namun dibalik kabar vaksin yang sudah datang tersebut, siapa yang menyangka Presiden Joko Widodo (Jokowi) rupanya enggan untuk divaksin duluan.
Dia memilih untuk mendapatkan suntikan vaksin bersamaan dengan rakyat.
Namun, sebagai seorang Presiden, Jokowi tentu mendapatkan kursi prioritas utama untik bisa mendapatkan vaksin itu.
Baca juga: Media Sosial Ramai, Beredar Iklan Pre-Order Vaksinasi Covid-19, Ini Kata Juru Bicara Bio Farma
Baca juga: Daftar Harga Vaksin Covid-19, Kelompok Ini Dapat Vaksin Covid-19 Gratis, 75 Juta Orang Harus Bayar
Tak disangka, dia justru enggan untuk menerima vaksin itu lebih dulu.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersedia disuntikkan vaksin Covid-19 asalkan berbarengan dengan masyarakat yang menerima suntikan tersebut.

"Presiden kemarin bilang saya nanti disuntik ramai-ramai saja dengan rakyat," ujar Luhut dalam agenda virtual Shopee, Sabtu (12/12/2020).
Luhut meminta agar masyarakat tidak berpandangan negatif terhadap presiden.
Menurut Luhut, Jokowi memprioritaskan masyarakat terlebih dahulu untuk mendapatkan vaksin Covid-19.
"Jadi jangan berburuk sangka, jauhkan itu buruk sangka. Pemerintah sekali lagi memberikan yang terbaik kepada rakyatnya. Kalau presiden mau disuntik duluan hari ini juga bisa," kata Luhut.
"Tapi presiden kan enggak mau, nanti dibilang mau presiden sendiri duluan atau melanggar aturan. Semua ingin secara tertib dibuat dalam aturan," sambung Luhut.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya siap menjadi orang yang pertama disuntik vaksin Covid-19.
Namun, hal itu akan dilakukannya apabila ada keputusan dari tim kesehatan.
Setelah vaksin Covid-19 ditemukan, Jokowi meminta agar tak ada polemik jika keputusan tim kesehatan mengharuskan Kepala Negara disuntik vaksin pertama kali sebelum masyarakat.
"Ya kalau saya, nanti diputuskan bahwa (yang) pertama disuntik presiden, ya saya siap," ujar Jokowi menjawab pertanyaan Rosianna Silalahi dalam tayangan wawancara khusus bertajuk Jokowi Dikepung Kritik, di Kompas TV, beberapa waktu lalu.
Sinovac masih diuji
