Terduga Teroris
Yakin Suaminya Tidak Terlibat Jaringan Teroris, Ini Pengakuan Isteri Terduga Teroris di Kota Jambi
SM, Isteri dari MS yang diamankan Tim Densus 88 Antiteror bersama satu orang rekannya berinisial Y tidak terlibat dengan jaringan teroris
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
Yakin Suaminya Tidak Terlibat Jaringan Teroris, Ini Pengakuan Isteri Terduga Teroris di Kota Jambi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Aryo Tondang
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - SM, Isteri dari MS yang diamankan Tim Densus 88 Antiteror bersama satu orang rekannya berinisial Y, terduga teroris di Kota Jambi meyakini suaminya tidak terlibat dengan jaringan teroris.
SM mengaku, dia dan suaminya menerima terduga teroris Y dirumahnya lantaran Y, menelpon suaminya dan mengatakan akan berkunjungke Jambi, dan menginap di rumahnya, yang berada di RT 01, Bagan Pete, Alam Barajo, Kota Jambi.
Katanya, terduga teroris Y, mengaku datang ke Jambi untuk ikut mengembangkan usaha pabrik roti rumahan, yang sudah berjalan lama menjadi usahanya bersama sang suami.
Baca juga: Bareskrim Polri Turun Tangan Buru 4 Orang yang Kabur dari 10 Orang yang Serang Polisi, Diduga FPI
Baca juga: Bareskrim Polri Turun Tangan Buru 4 Orang yang Kabur dari 10 Orang yang Serang Polisi, Diduga FPI
Baca juga: 3.000 Personel dari Jambi, Aceh dan Sumsel Amankan Pilkada di Jambi, Ini Pesan Kapolda Ke Paslon
"Saya yakin 100%, suami saya hanya kena imbasnya, dia tidak pernah neko-neko, dan dia terbuka orangnya, semua hal pasti diceritakan ke saya mas," kata SM, saat ditemui di kediamannya, Senin (7/12/2020) siang.
Dia mengatakan, Y merupakan teman lama sang suami, sejak masih lajang, hal tersebut membuat dirinya dan sang suami tidak menaruh curiga, bahwa Y terlibat jaringan terorisme, sehingga ikut menyeret sang suami.
"Kami juga salah, pas dia datang kami tidak melapor ke Pak RT, sekarang kami malah kena imbasnya," ujarnya.
Dua minggu berada di rumahnya, kata SM, Y memang terkesan sedikit tertutup, Y tidur sendiri di dalam kamar di rumahnya. Namun demikian, tidak ada hal mencurigakan dari terduga teroris Y.
SM mengetahui sang suami diamankan Tim Densus 88 Antiteror, saat polisi menyambangi rumahnya, dan langsung memriksa kamar yang ditempati oleh Y.
Katanya, sang suami diamankan saat sedang membeli tiket pesawat Y, untuk kembali ke Payakumbuh, Sumatera Barat.
Hal tersebut sontak membuatnya terkejut, dan tidak mengira orang yang dua minggu berada di dalam rumahnya diduga terlibat jaringan terorisme.
Baca juga: Bupati Bungo Diduga Melawan Hukum, Tidak Lantik Rio Sekapur Sirih yang Menang di PTUN Jambi
Baca juga: Ini Penampakan Senjata Milik 6 Orang yang Diduga Pengikut Rizieq yang Serang Polisi, Ada Samurai
Baca juga: INI Kata Pihak FPI soal 6 Pengikut Rizieq yang Ditembak Mati Polisi: Pengawal Keluarga Diadang
Hingga saat ini, dia mengaku belum bisa berkomunikasi dengan sang suami.
"Saya mohon lah, jangan disangkut pautkan dengan yang lain-lain suami saya, kasian anak saya nanti dibully, padahal kami tidak tahu apa-apa," tambahnya.
Sementara itu, dari keterangan Yuli, yang berjarak tiga rumah SM, pasangan suami isteri SM dan MS merupakan pribadi yang terbuka.
Baik SM dan sang suami SM, selalu beraktifitas layaknya warga pada umumnya. Katanya, MS juga selalu ikut dalam kegiatan di RT nya tersebut.

"Sudah 5 tahun disini, baik-baik saja dan tidak ada yang aneh, selalu ikut kegiatan tidak tertutuplah," kata Yuli, Senin (7/12/2020) pagi.
Kata Yuli, dirinya justru tidak mengetahui, jika tetangganya tersebut sedang menerima tamu berinisial Y, yang terduga terlibat jaringan teroris di Jambi.
"Nah, kalau yang Y itu, kami tidak pernah liat memang dan gak tahu kalau dia tinggal dirumah itu," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 Anti Teror amankan MS dan y, dua orang terduga teroris dari dalam sebuah rumah, yang berada di kawasan RT 01, Bagan Pete, Alam Barajo, Kota Jambi, Minggu (6/12/2020) pukul 10.45 WIB.
Baca juga: Ada 296 DPT di Lapas Klas IIA Jambi, Kalapas: Warga Binaan Silakan Memilih Sesuai Hati Nurani
Baca juga: Yunarto Wijaya Dicibir Warganet Gara-gara Juliari Batubara Menteri Terbaik versi Charta Politika
Baca juga: Bareskrim Polri Turun Tangan Buru 4 Orang yang Kabur dari 10 Orang yang Serang Polisi, Diduga FPI
MS merupakan warga Kota Jambi, sementara Y merupakan warga Payakumbuh, Sumatera Barat, dan baru dua minggu berada di Kota Jambi
Sementara itu, Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo menyerahkan informasi tersebut ke Mabes Polri.
Katanya, hal tersebut bukan menjadi wewenangnya, dalam memberi keterangan. "Itu bukan domain saya, itu dari Mabes Polri," kata Rachmad.