Berita Muarojambi
Ratusan Rumah Empat Kecamatan di Muarojambi Terdampak Banjir, Ada Yang Sudah Terisolir
Dampak luapan air Sungai Batanghari, di Kabupaten Muarojambi membuat beberapa desa yang berada di bantaran sungai digenangi banjir.
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rahimin
Ratusan Rumah Empat Kecamatan di Muarojambi Terdampak Banjir, Ada Yang Sudah Terisolir
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hasbi Sabirin
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dampak luapan air Sungai Batanghari, di Kabupaten Muarojambi membuat beberapa desa yang berada di bantaran sungai digenangi banjir.
Ratusan rumah di empat kecamatan di Muarojambi terdampak banjir. Bahkan, ada yang sudah terisolir.
Dari Kecamatan Sekernan misalnya, beberapa desa sudah dikepung banjir, bahkan nyaris terisolir lantaran ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa.
Puluhan rumah di Desa Suak Putat dan Desa Pulau Kayu Aro yang sudah terendam banjir.
Baca juga: Menteri Sosial Yang Ditangkap KPK Adalah Wakil Bendahara Umum PDIP, Harta Kekayaannya Rp 47 Miliar
Baca juga: Malangnya Nasib Rizky Febian, Akui Iri Lihat Sule dan Putri Delina Sudah Punya Pasangan: Sedih Bgt!
Baca juga: Sosok Feriadi Kadis Damkar Kota Jambi, Belajar dari Alam & Tak Pandang Status Sosial Dalam Berkawan
Sama hal nya di Dusun Srigadis Desa Suak Putat Kecamatan Sekernan juga satu RT dikepung banjir hingga terganggu aktivitas dan kegiatan sehari-hari warganya.
"Banjir sudah merendam rumah warga di satu RT, tepatnya di RT 01 Dusun Srigadis, dari data yang kita himpun saat ini ada 22 rumah warga yang terendam air dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa. Sehingga aktivitas warga menjadi terganggu," sebut Didik, Sekdes di Desa Suak Putat, Minggu (5/12/20).
Dari data yang tribunjambi.com himpun, selain puluhan rumah warga di Desa Suak Putat dan Desa Pulau Kayu Aro pun terdapat ratusan rumah terdampak banjir dan puluhan lainnya terendam banjir, dan ketinggian air di sana mencapai lebih dari satu meter.
"Sedikitnya sampai saat ini rumah yang terendam banjir sekitar 53 unit, kalau rumah yang terdampak itu ada 389 rumah," kata Hikmah, Kepala Desa Pulau Kayu Aro.
Kondisi ini tentu menggangu aktivitas warga di sana. Namun, apa hendak dikata, banjir ini sepertinya sudah menjadi langganan satiap tahunnya.
"Tentu kita berharap ada solusi, meskipun sudah menjadi langganan banjir tiap tahunnya, solusi tersebut seperti dibangun turap agar banjir tak sebesar ini," kata Hikmah.
Selain itu, mereka berharap perhatian dari pemerintah. Lantaran banjir, penghidupan sehari-hari warga di sana tentu terganggu. Warga kesulitan beraktivitas mencari rezeki.
Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta RCTI Hari Ini 6 Desember, Aldebaran Akan Mulai Menyelidiki Siapa Pembunuh Roy
Baca juga: Menjijikkan! Ibu Naik Pitam Lihat Tingkah Pengasuh di CCTV, Curiga Susu Bayinya Kenapa Cepat Habis
Baca juga: Sosok Menteri Sosial, Aktif Jadi Kader PDIP, Lulusan Kampus di Amerika Serikat Kini Jadi Tahanan KPK
"Warga juga butuh bantuan selama terendam banjir ini. Bantuan Sembako dan lainnya seperti obat-obatan," ujarnya.
Melihat kondisi saat ini, Kepala BPBD Muarojambi Firdaus mengimbau masyarakat yang terkena banjir tersebut harus siap siaga.