Berita Nasional

TERNYATA Begini Cara Ali Kalora Cs Bertahan Hidup di Hutan, Jadi Faktor Utama Polisi Sulit Memburu

Namun, pihak Satgas Tinombala merasa kesulitan untuk memburu kelompok teroris itu, pasalnya kelompok tersebut tidak menetap dalam satu tempat dalam

Editor: Andreas Eko Prasetyo
ISTIMEWA via KOMPAS.COM
Sosok Ali Ahmad alias Ali Kalora. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso hingga kini masih diburu pihak kepolisian yang tergabung dalam Satgas Tinombala dibantu pihak TNI.

Namun, pihak Satgas Tinombala merasa kesulitan untuk memburu kelompok teroris itu, pasalnya kelompok tersebut tidak menetap dalam satu tempat dalam waktu yang lama.

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono mengatakan kelompok jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso selama ini bertahan hidup dengan merampas makanan dari penduduk di sekitar kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Menurut Awi, kelompok ini langsung kembali masuk ke dalam hutan menuju pegunungan setelah berhasil merampas bahan makanan penduduk.

Aksi ini diduga terus dilakukan berulang kali.

Baca juga: Kisah Kopassus, Pertempuran Maut 1964 di Hutan Kalimantan

Baca juga: Terungkap Profesi Ali Kalora Sebenarnya, Pantas Saja TNI dan Polri Sulit Menangkapnya di Hutan Lebat

Baca juga: Sosok Irjen Abdul Rakhman Baso, Mati-matian Kejar Ali Kalora Cs Atas Perintah Kapolri

"Sementara ini yang kita ketahui bersama bahwasanya mereka untuk bertahan hidup dengan turun ke desa ke kampung meminta makanan," kata Brigjen Awi di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Ilustrasi - Suasana penjagaan yang dilakukan anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah saat terjadi penyergapan teroris di sebuah rumah di Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso, Rabu (31/10/2012). (KOMPAS/RENY SRI AYU)

Awi menyampaikan kelompok Ali Kalora Cs ini diketahui tidak tinggal menetap di suatu tempat atau daerah dengan tempo waktu yang lama.

Profesi Ali Kalora sebenarnya yang buat TNI susah memburunya
Profesi Ali Kalora sebenarnya yang buat TNI susah memburunya (Kolase/Tribunjambi.com)

Hal inilah yang membuat Satgas Tinombala kerap kesulitan mencari kelompok ini di dalam hutan.

"Karena memang dia bergerak terus, sementara sebenarnya kan istilah kami itu mereka sudah terdesak ini. Karena apa? kehabisan bekal sehingga yang terjadi, dia meneror masyarakat meminta makan dan terakhir merampok dengan kekerasan atau pembunuhan. Kemudian ujung-ujungnya mereka ambil beras," jelasnya.

Kendati begitu, kelompok Ali Kalora Cs ini tak akan menyakiti warga sekitar yang tak melawan saat bahan makanannya dirampas oleh mereka.

"Selama ini beberapa hasil penyelidikan yang dikasih dalam tekanan mereka kasih tidak di aniaya. Namun kemarin karena ada perlawanan tidak diberi sehingga yang terjadi demikian," jelasnya.

Atas dasar itu, ia meminta seluruh masyarakat sekitar untuk aktif melaporkan jika menemukan pergerakan kelompok ini.

Khususnya ketika kelompok ini kembali keluar hutan saat mencari perbekalan ke desa.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian RI merilis selebaran daftar pencarian orang (DPO) yang merupakan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved