Mahfud MD Marah Besar, Ibunya Ikut Diserang Karena Beda Pandangan Politik: Biadab Anda!

Menko Polhukam Mahfud MD mengaku sangat marah atas aksi pendukung Habib Rizieq yang menggeruduk rumah ibunya.

Editor: Teguh Suprayitno
Channel Youtube Najwa Shihab
Mahfud MD 

Mahfud MD Marah Besar, Ibunya Ikut Diserang Karena Beda Pandangan Politik: Biadab Anda!

TRIBUNJAMBI.COM - Menko Polhukam Mahfud MD mengaku sangat marah atas aksi pendukung Habib Rizieq yang menggeruduk rumah ibunya.

Sebelumnya, rumah ibunda Mahfud MD di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur digeruduk oleh massa, Selasa (1/12/2020).

Dalam acara Rosi 'KompasTV', Kamis (3/12/2020), Mahfud MD menyebut biadab orang-orang yang menggeruduk rumah ibunya tersebut.

Meski tidak berlangsung lama, kejadian itu membuat ibu Mahfud MD mengalami trauma dan juga menganggu ketertiban umum.

Mahfud MD meminta siapapun yang mempunyai masalah dengan dirinya untuk tidak melibatkan keluarga, terlebih sang ibunda.

Baca juga: VIDEO Viral Emak-emak Misterius Coba Taklukan Buaya Besar Berkalung Ban di Kota Palu

Baca juga: Keluarga Prabowo Ketakutan Ikut Terseret Kasus Benih Lobster, Sampai Minta Bantuan Hotman Paris

Baca juga: Hotman Paris Bakal Berhadapan KPK? Keponakan Prabowo Minta Bantu Hadapi Tuduhan Kasus Ekspor Benur

Apalagi jika persoalan tersebut hanya karena perbedaan pandangan politik.

"Marah betul dong. Anda boleh mengkritik saya sebagai pejabat karena perbedaan politik," ujar Mahfud MD.

"Tapi adalah biadab Anda kalau karena berbeda politik dengan saya lalu menyerang keluarga saya, apalagi sampai ibu," tegasnya.

Rumah Menkopolhukam Mahfud MD di Pamekasan didemo ratusan warga, Selasa (1/12/2020).
Rumah Menkopolhukam Mahfud MD di Pamekasan didemo ratusan warga, Selasa (1/12/2020). (KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN)

Mahfud MD mengatakan bahwa pada saat terjadi kondisi mencekam itu, hanya ada empat orang di dalamnya dan semuanya perempuan.

Yakni terdiri dari ibu Mahfud MD, kakak Mahfud MD, dan dua perawat.

"Kalau siang itu ya cuman bertiga, berempat itu, perempuan," katanya.

"Makanya dari sudut kemanusiaan itu biadab," ucap Mahfud MD.

Meski begitu, Mahfud MD mengaku tidak akan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Alasanya tidak lain karena harusnya tanpa adanya laporan, polisi sudah bisa bergerak untuk melakukan pengusutan.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved