Breaking News:

Pedagang Ternak Beralih Berjualan di Media Sosial, Pasar Ternak di Tanjabtim Ditinggal Penjual

Keberadaan pasar ternak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kurang optimal. Kepala Disbunnak Tanjabtim,

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kondisi pasar ternak yang berlokasi di Desa Kota Baru Kecamatan Geragai yang sepi ditinggal pedagang, Kamis (3/12). Faktor Covid-19 dan adanya alternatif berdagang secara online membuat pedagang tak lagi menempati. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Keberadaan pasar ternak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kurang optimal. Kepala Disbunnak Tanjabtim, Radjito mengatakan, pasar ternak yang dibangun pada tahun 2014 silam menggunakan dana APBN dan APBD Tanjabtim tersebut memang sepi peminat.

"Pedagangnya hanya sedikit yang berminat menjual hewan ternaknya di Pasar Ternak itu, makanya tidak termanfaatkan secara optimal," sebutnya, Kamis (3/12).

Lanjutnya, pada awal dibuka pasar ternak tersebut sempat ramai diisi oleh pedagang hewan ternak. Tapi lama kelamaan pasar menjadi sepi, seakan tidak lagi diminati para pedagang. Hal itu membuat pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

"Dulu setiap hari-hari besar, seperti Idul Fitri dan Idul Adha pedagang selalu ramai menempati pasar itu. Tapi sekarang tidak lagi," jelasnya.

Penyebab sepinya pedagang menempati pasar tersebut, karena berkaitan dengan kebutuhan daging masyarakat Kabupaten Tanjabtim yang masih minim.

Selain itu, kemajuan teknologi di era digital saat ini, kebanyakan pedagang memasarkan hewan ternaknya melalui media sosial (medsos) ketimbang memilih untuk membawanya ke pasar ternak.

"Kebutuhan daging yang minim ditambah dengan kecanggihan teknologi merupakan faktor sepinya pasar ternak sekarang," sebutnya.

Untuk itu, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjabtim akan terus berusaha membuat terobosan baru, agar pasar ternak yang berada di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai tersebut dapat kembali berfungsi secara optimal.

"Rencana terobosan itu nantinya untuk mendongkrak peningkatan pemanfaatan Pasar Ternak, agar para pedagang bisa kembali menjual hewan ternaknya di pasar tersebut," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved