Breaking News:

Pilkada di Batanghari

KPU Batanghari Targetkan Partisipasi Pilkada 2020 78 Persen, Meningkat dari Periode Sebelumnya

Pilkada 2010 tingkat partisipassi pemilih diangka 77.77 persen. Selanjutnya pada Pilkada 2015 tingkat partisipasi menurun menjadi 75.08 persen.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/musawira
Harapan Nami Selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Batanghari, Jumat (27/11/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - KPU Batanghari menjelang pelaksanaan Pilkada 2020 menaikkan target partisipasi pemilih.

Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Batanghari 2020 ditargetkan naik tiga persen menjadi 78 persen.

Pilkada 2010 tingkat partisipassi pemilih diangka 77.77 persen. Selanjutnya pada Pilkada 2015 tingkat partisipasi menurun menjadi 75.08 persen.

Baca juga: Tercatat 19 Titik Banjir di Kota Jambi, Dinas PUPR Lakukan Pembenahan, Antisipasi Banjir Baru

Baca juga: Kak Seto Ngobrol Bareng Nikita Mirzani, Singgung Soal Seks Hingga Tukang Ribut

Baca juga: Lowongan Kerja Desember 2020 untuk Beragam Posisi, Gaji Mencapai Rp 12 Juta

Komisioner Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Batanghari, Harapan Nami kepada Tribunjambi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya menargetkan tingkat partisipasi pemilih masyarakat Kabupaten Batanghari sebesar 78 persen.

"Saat ini target dinaikkan menjadi 78 persen tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kabupaten Batanghari 2020," kata Harapan Nami, Rabu (2/12/2020) siang saat ditemui di ruang kerjany.

Target kenaikkan tingkat partisipasi pemilih ini dikatakan Nami bahwa pihaknya mengharapkan euforia pada saat Pilpres dan Pileg yang diselenggarakan tahun lalu masih ada di tengah masyarakat.

"Disaat Pilpres dan Pileg tepatnya 2019 lalu tingkat partisipasi pemilih mencapai 84.98 persen. Harapan kita pada Pilkada tahun ini ada korelasinya dengan Pilpres tahun lalu," ungkapnya.

Untuk menyukseskan itu semua Nami berujar bahwa pihaknya berupaya sosialisasi kepada warga untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 Desember 2020 akan datang.

"Saya sudah mengupayakan sosialisasi melalui media sosial, melalui tatap muka ke daerah-daerah, walaupun jumlah pesertanya terbatas,” ungkapnya lagi.

Mengapa terbatas, dikatakan Nami karena hal ini berkaitan dengan masa pandemi Covid-19, yang juga membuat anggaran terbatas.

“Namun harapannya tingkat partisipasi pemilih pada tahun ini mencapai target,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved