Banjir di Jambi
Yahya Hanya Bisa Menikmati Hasil Panen Kurang dari 50 persen Saat Banjir Kali Ini
Meski ia telah menanam benih lebih cepat dari biasanya untuk menghindari banjir, namun banjir pun tetap tidak bisa dihindari.
Penulis: Monang Widyoko | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Banjir yang melanda Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, Seberang Kota Jambi membuat panen padi di sana mengalami kegagalan sekitar 50 persen lebih. Ini dialami oleh Yahya (56), satu warga yang memiliki lahan persawahan di daerah tersebut.
Meski ia telah menanam benih lebih cepat dari biasanya untuk menghindari banjir, namun banjir pun tetap tidak bisa dihindari.
"Untungnya kami melakukan penanaman benih lebih cepat dari biasanya. Jadi masih bisa panen meski tidak sampai 50 persen," ungkapnya, Selasa (01/12/2020).
"Namanya nanam padi itu, tidak bisa panen secara serentak. Jadi beberapa saja yang bisa dipanen. Dan sekarang ini yang terendam banjir padi-padi yang masih mudalah istilahnya," jelas Yahya.
Ia mengatakan luapan Sungai Batanghari susah ditebak. Sehingga meski sudah menggunakan strategi tanam benih cepat dari biasanya, pun ia tetap mengalami kegagalan panen.
Baca juga: REAKSI Rohimah, Istri Pertama Kiwil saat Foto Suaminya Viral Nikah Lagi, Unggah Foto Ini: Bismillah
Baca juga: Aksi Telanjang Dada Betrand Peto Pamer Roti Sobek Disorot, Ekspresi Sarwendah dan Thalia Melongo
Baca juga: Empat Tersangka Kasus Dugaan Tipikor Baju Linmas Satpol PP Kabupaten Merangin Masuk Tahap II
"Banjir karena luapan Batanghari ini susah ditebak. Dulu sekitar tahun 2008 apa berapa saya lupa, kami pernah gagal panen selama setahun," bebernya.
"Jadi dulu banjir tiba-tiba datang. Jadi umur padi masih muda sudah terendam banjir," katanya.
Ketika kondisi panen dapat 100 persen, Yahya mengatakan dirinya mampu mendapatkan 250 kaleng.
"Kalau ini berhasil semua, biasanya kami dapat mengumpulkan 250 kaleng. Tapi kali ini kami hanya dapat 75 kaleng saja," ungkapnya.
Ia pun enggan menyebutkan jumlah yang ia dapatkan ketika panen baik. Namun ia menyebutkan jumlahnya bisa untuk memenuhi kebutuhan selama setahun.
"Banjir saat ini meski mengalami kegagalan, Alhamdulillah, setidaknya kami masih bisa cicip sedikit hasil panennya," tangkasnya.
--
Warga Seberang Kota Jambi Mulai Ungsikan Kendaraan ke Tempat yang Lebih Tinggi
Area rumah warga di wilayah Seberang Kota Jambi mulai terendam banjir. Banjir diakibatkan naiknya debit air Sungai Batanghari sehingga meluap sampai ke pekarangan warga.
Warga di sana pun telah meletakkan kendaraan mereka di area yang lebih tinggi, agar dapat tetap digunakan.