Penanganan Covid
Walikota Jambi: Pembelajaran Tatap Muka di Kota Jambi Fleksibel, Tak Harus Menunggu Menteri
Syarif Fasha, Walikota Jambi, menyampaikan bahwa Kota Jambi akan melakukan kebijakan yang fleksibel terkait pembelajaran tatap muka, karena melihat ko
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beberapa waktu lalu SKB 4 menteri menyatakan pembelajaran tatap muka. Namun Kota Jambi diperkirakan tak terpatok dengan hal tersebut.
Syarif Fasha, Walikota Jambi, menyampaikan bahwa Kota Jambi akan melakukan kebijakan yang fleksibel terkait pembelajaran tatap muka, karena melihat kondisi tren Covid-19.
"Saat ini kan, ya mungkin kita tidak perlu menunggu pengumuman dari menteri," jelasnya, Selasa (01/12/2020).
Baca juga: VIDEO Detik-detik Gunung Semeru Meletus Keluarkan Lava Pijar
Baca juga: Kasus HIV AIDS di Provinsi Jambi Tahun Ini Mencapai 650 Kasus
Baca juga: Operasi Pekat Siginjai, Polda Jambi Amankan Tiga Pasang Kekasih Dalam Satu Kamar Hotel
Ia melanjutkan, bisa saja pekan depan atau bulan depan Kota Jambi mengadakan pembelajaran tatap muka. Tetapi diatur teknisnya seperti yang pernah diterapkan sebelumnya.
Lebih lanjut, sekolah-sekolah di bawah naungan Pemerintah Kota Jambi, pada umumya Fasha menilai sudah siap.
Karena, bagi sekolah yang mengajukan untuk tatap muka, nantinya akan diperiksa langsung oleh tim verifikator mengenai protokol kesehatan.
"Sejauh ini, kita uji coba, tidak masalah, begitu," katanya.
"Kita lihat nanti ya. Sebenarnya kita, Kota Jambi ini sudah sangat siap. Di daerah lain belum ada yang SD masuk, kita kelar empat, lima, dan enam sudah masuk tatap muka," ujarnya menjelaskan.
Selain itu ia mengatakan SMP di daerah lain belum masuk, Kota Jambi sudah masuk.
"Provinsi pun belum masuk yang sekolah SMA, kita sudah masuk," ungkapnya.
Tetapi menurut Fasha, apabila ada tren terkonfirmasi positif Covid-19 memuncak, akan dilakukan pembatalan belajar tatap muka.