Breaking News:

Paripurna DPRD Tanjabbar Ditunda

Sebut Skema Ranperda APBD 2021 Mengalami Perubahan, Bupati Safrial Pilih Tinggalkan Rapat

Pada saat hadir, pimpinan rapat, Ahmad Jafar memberikan kesempatan kepada Sekretaris Dewan, Hendrizal untuk menyampaikan Laporan Badan Anggaran DPRD T

Tribunjambi/Samsul Bahri
Bupati Tanjabbar, Safrial usai rapat APBD 2021 di DPRD Tanjabbar. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Bupati Tanjabbar, Safrial sempat mengikuti rapat paripura di DPRD Tanjabbar, Senin (30/11/2020). Sebelumnya rapat diskors dua kali lantaran ia belum hadir.

Pada saat hadir, pimpinan rapat, Ahmad Jafar memberikan kesempatan kepada Sekretaris Dewan, Hendrizal untuk menyampaikan Laporan Badan Anggaran DPRD Tanjabbar terkait dengan APBD 2021.

Usai menyampaikan pendapat tersebut, Safrial langsung meminta izin kepada pimpinan rapat untuk langsung memberi tanggapan.

Baca juga: REAKSI Bule Disodorkan Foto Luna Maya & Syahrini, Tanggapannya saat Lihat Tatapan Istri Reino Barack

Baca juga: PROMO DUNKIN DONUTS Terakhir Hari Ini, Nikmati Gratis 4 Donut dan 1 Minuman Panas, Cek Promo Lainnya

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 30 November 2020, Kesempatan Kedua Andin dan Al untuk Mendapatkan Reyna

Pada kesempatan tersebut, Safrial menyebutkan bahwa terdapat perubahan yang sangat signifikan antara rancangan APBD Tahun anggaran 2021. Terhadap perubahan tersebut Safrial tidak ingin menadatangani Ranperda APBD 2021.

Usia menyampaikan hal tersebut, Safrial langsung meminta izin kepada pimpinan rapat untuk meninggalkan ruang rapat yang juga diikuti oleh Sekda Tanjabbar, dan sejumlah OPD yang hadir. Saat di wawancara Safrial menyebutkan bahwa dirinya merasa keberatan untuk menandatangi Ranperda APBD 2021.

“Karena struktur APBD yang kami ajukan sudah sangat berbeda. BaIk dari segi pendapatan kemudian pembiayaan dan belanja lainnya yang belum bisa kami sepakati,”katanya.

“Apa yang kami ajukan tentang pendapatan bertambah kemudian pembiayaan juga bertambah, kemudian rincian pembelanjaan juga berbeda. Jadi kita tidak dapat menerima itu,”tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Safrial bahwa terhadap perbedaan tersebut sebutnya bisa di perbaiki. Namun hal itu bisa dilakukan kata Safrial jika memang ingin memajukan Kabupaten Tanjabbar.

“sebetulnya masih ada jalan kalau saling ingin membangun tanjab barat tetapi kalau saling mengotot untuk kepentingan pribadi ya saya lebih baik dengan peraturan kepala daerah,”katanya.

“dengan peraturan kepala daerah semua apa yang sudah kita sampaikan di dalam rpjmd kita, ini mudah-mudahan tercapai. Saya kira yang punya visi misi bupati dan wakil bupati, apalagi di masa Pendemi yang kekurangan-kekurangan itu kami pengen maksimal,”tambahnya.

Sementara itu terkait dengan keterlambatan Bupati, kata Bupati hal ini juga lantaran dirinya melihat skema dari Ranperda APBD 2021 yang sangat berubah. Meski demikian kata Safrial pihaknya saling menghargai hak masing-masing.

“Kami menggunakan hak kami dan saudara dprd ya kita menghargai. Jadi memang secara garis besar ada perubahan,”pungkasnya.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved