Breaking News:

Gelapkan Barang Perusahaan, Seorang Salesman di Jambi Ini Diseret ke Penjara oleh Pemiliknya

Kejadian ini terjadi pada September 2020 lalu, di perusahaan tempat dia bekerja yang beralamat di Kelurahan Pall Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi

Tribunjambi/Hendro Sandi
Suasana sesuai persidangan online di Pengadilan Negeri Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang pria bernama Jono Lumban, terpaksa berurusan dengan hukum, setelah nekat menggelapkan barang dan uang perusahaan di tempatnya bekerja.

Kejadian ini terjadi pada September 2020 lalu, di perusahaan tempat dia bekerja yang beralamat di Kelurahan Pall Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Bermula dari terdakwa yang bekerja sebagai salesman, bertugas untuk memasarkan barang barang dari perusahan yang bergerak di bidang perlengkapan mobil.

Baca juga: Download Lagu MP3 DJ Remix Terbaru 2020, Ada Video Full Bass DJ Breakbeat dan DJ Tiktok Terbaik

Baca juga: Beberapa Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Hujan dan Banjir, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

Baca juga: Sinopsis School 2017 Episode 13, Eun Ho Keracunan Setelah Memakan Sosis Kadaluarsa

Terdakwa pun menjual barang - barang milik perusahaannya, Ke toko-toko di wilayah sesuai di tunjuk dari perusahaan. Yaitu berupa acecoris mobil berupa body cover berbagai jenis mobil.

Selanjutnya toko yang mengambil barang barang tersebut, terdakwa buatkan dua nota. Satu nota sesuai yang diambil oleh toko, dan nota kedua nota palsu yang terdakwa tambahkan barangnya.

Setelah itu, di nota kedua yang palsu terdakwa serahkan kembali ke perusahaan, dan sisa barang tersebut yang sudah tertulis di nota palsu terdakwa jual ke toko lain, yang pembayarannya kes/tidak kredit.

Bahkan uang penjualan perusahaan tidak terdakwa serahkan ke perusahaannya, malainkan untuk keperluan pribadinya.

Hingga pada September 2020, perbuatan terdakwa di ketahui oleh pemilik perusahaan dan langsung melaporkan terdakwa ke pihak kepolsian.

"Akibat perbuatan terdakwa perusahaan korban menalami kerugian sekitar sebesar Rp 22.155.000," kata I Putu Eka, Sabtu (28/11/2020).

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 374 KUHP.

"Sidang akan digelar pada Kamis (3/12/2020) mendatang, agendanya sidang perdana. Jaksa penuntut umumnya Haryono," pungkasnya.

Penulis: HR Hendro Sandi
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved