Breaking News:

Berita Jambi

Dua Pembawa Kayu Olahan Hutan Jenis Veener di Merangin Dijemput Paksa

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Merangin melakukan eksekusi paksa terhadap dua terpidana kasus illegal loging Rabu (25/11/2020). 

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Tribunjambi/Dedi
Ilustrasi. Tumpukan kayu di atas dum truck hasil operasi di kantor Satuan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Harimau Jambi. (Dedy Nurdin) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Merangin melakukan eksekusi paksa terhadap dua terpidana kasus illegal loging Rabu (25/11/2020). 

Eksekusi paksa dilakukan oleh jaksa terhadap Tomi Al Hadas alias Tom dan M Riva'I alias Ita karena tidak memenuhi pemanggilan JPU sebanyak tiga kali untuk menjalani putusan pengadilan. 

Namun kedua terpidana ini tak kunjung memenuhi pemanggilan tersebut hingga akhirnya dilakukan penjemputan paksa di rumah masing-masing. 

Keduanya telah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Bangko dalam perkara tindak pidana kehutanan. "Pada hari ini Rabu 25 November 2020 sekira pukul 15.00 WIB

Jaksa Penuntut Umum  dalam perkara tindak pidana Kehutanan atas nama Terpidana TOMI dan RIVAI dengan didampingi oleh Seksi Pidum dan Seksi Intelijen telah melaksanakan putusan pengadilan negeri Bangko," kata Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Fatharani, Rabu sore. 

Baca juga: Saat Buron, Tersangka Redo Sempat Mengaku Temui Keluarganya dan Bilang Ini. . .

Baca juga: Kejati Jambi Titipkan Redo di Rutan Polresta

Baca juga: Masih Ada 100 Ton Beras Bulog Sarolangun, Butuh SK BPBD Untuk Keluar

Selanjutnya kedua terpidana ini dibawa ke Kejari Merangin untuk dilakukan Rapid Test. 

"Terhadap para terpidana untuk kemudian ditahan di Lapas Bangko. Kegiatan eksekusi pada saat ini masih berlangsung dengan keadaan sementara aman dan kondusif," kata Lexy Rabu sore. 

Tomi dan M Riva'i ditangkap pada bulan Februari 2020 lalu. Berawal ketika M Riva'i sedang berada disalah satu bengkel di kawasan Mentawak, Kabupaten Sarolangun. 

Riva'i alias Ita mendapat telpon dari seseorang bernama Lukman yang menawarkan pekerjaan mengangkut kayu tanpa dilengkapi surat jalan dan dokumen resmi. Degan tujuan dari Nalo ke Mentawak. 

Riva'i kemudian menyetujui hal tersebut dan mengajak Tomi dengan upah masing-masing yang dijanjikan senilai 500 ribu dan akan dibayar setelah bongkar muatan di Mentawak. 

Namun saat perjalanan tiba di Pasar Atas, tim Polres Merangin melakukan pemeriksaan surat-surat. Namun surat perjalanan dan izin mengangkut empat kubik kayu olahan jenis Veener itu palsu. 

Majelis hakim Pengadilan Negeri Bangko menghukum keduanya dengan pidana penjara selama satu tahun. Denda 600 juta subsider dua bulan kurungan. 

Putusan di bacakan majelis hakim pada persidangan hari Kamis (31/8/2020). Setelah dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali oleh jaksa, namun keduanya tidak kunjung lemenuhi panggilan untuk menjalani masa hukuman hingga akhirnya dilakukan penjemputan paksa.

(Dedy Nirdin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved