WIKI JAMBI Museum Siginjei, dari Sejarah, Ragam Koleksi, hingga Pelayanan
Museum Siginjai ini menyimpan berbagai koleksi benda-benda bersejarah, benda seni tradisi, hingga sejumlah instalasi edukasi pewarisan budaya lainnya.
Penulis: Pramanca Utama | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Museum Siginjei merupakan satu di antara museum yang terletak di Kota Jambi.
Museum Siginjai Jambi ini berlokasi di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sungai Putri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36124.
Museum Siginjai ini menyimpan berbagai koleksi benda-benda bersejarah, benda seni tradisi, hingga sejumlah instalasi edukasi pewarisan budaya lainnya.
Sejarah Museum
Museum Siginjei sebelumnya dikenal dengan nama Museum Negeri Jambi. Informasi yang diperoleh, museum ini pertama kali dibangun pada 1981.
Baca juga: Promo KFC Hari Ini (24/11/2020) Diskon Hingga 50%, Buy 1 Get 1, Personal Snack, Free Coca Cola 1L
Baca juga: Pihak Sekolah Harus Mendapat Izin Wali Murid Saat Menggelar Belajar Tatap Muka di Sekolah
Baca juga: Detik-detik Mobil Pajero Lepas Kendali Tabrak Orang dan Warung Pecel Lele di Jambi, Berantakan
Peletakan batu pertama pembangunan Museum Negeri Jambi dilakukan pada tanggal 18 Februari 1981 oleh Gubernur Jambi, Masjchun Syofwan.
Itu merupakan titik awal gerakan program pembangunan museum di Provinsi Jambi.
Dilasir dari laman Pemerintah Kota Jambi, lokasi pembangunan Museum Negeri Jambi merupakan milik Organisasi Persatuan Pamong Marga Desa (PPMD) Provinsi Jambi yang terdiri dari para Ninik Mamak dan Tuo Tangganai masyarakat Daerah Jambi yang dihibahkan kepada Gubernur untuk membangun Museum.
Begitu ambisi masyarakat Jambi untuk melestarikan warisan budaya, untuk menjadi pedoman para generasi penerus, hingga mereka tidak hilang jati dirinya.
Museum Negeri Jambi akhirnya diresmikan pada tanggal 6 Juni 1988 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hassan. Peresmian ditandai dengan penandatangani prasasti.
Sejak saat itu, Museum Negeri Jambi telah dapat dikunjungi oleh para pelajar, siswa dan mahasiswa, serta masyarakat dan peneliti.
Berlakunya Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, nama Museum Negeri Propinsi Jambi berubah menjadi Museum Negeri Jambi.
Kemudian berdasarkan Perda nomor 26 tahun 2012 tanggal 12 Juni 2012, nama Museum Negeri Jambi berubah menjadi Museum Siginjei yang diresmikan oleh Gubernur Jambi tanggal 30 Oktober 2012.
Ragam Koleksi
Benda-benda warisan budaya yang terhimpun di Museum Negeri Jambi atau belakangan dikenal dengan Museum Siginjei merupakan warisan budaya yang mempunyai nilai-nilai luhur yang mencerminkan kehidupan masyarakat Provinsi Jambi pada masa lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kepala-museum-siginjei.jpg)