Kabar Daerah
Nekat Undang 2.000 Orang, Acara Pernikahan Anak Kepala BPBD di Sumbar Dibubarkan Paksa Polisi
Pesta pernikahan yang digelar di Gedung Politeknik Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota, SumBar, yang dibubarkan paksa polisi, Sabtu (21/11/2020)
TRIBUNJAMBI.COM, SUMBAR -- Pesta pernikahan yang digelar di Gedung Politeknik Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, yang dibubarkan paksa polisi, Sabtu (21/11/2020).
Tak ingin kecolongan seperti saat peristiwa pernikahan putri Rizieq Shihab di Jakarta, Polisi kini melakukan tindakan tegas untuk membubarkan kerumunan massa di Sumbar.
Perlakuan tegas tersebut dilakukan dalam sebuah acara pernikahan massal seorang pejabat di sana.
Petugas terpaksa membubarkan acara tersebut karena menimbulkan kerumunan di tengah pandemi corona.
Setidaknya 2.000- an orang menghadiri pesta itu.
Sebelum melakukan pembubaran itu, polisi juga sudah memberikan peringatan jauh-jauh hari kepada pihak penyelenggara.
Namun, peringatan itu ternyata tak diindahkan dan justru nekat mengundang ribuan tamu.
Baca juga: Dampak Kerumuman di Acara Rizieq Shihab di Petamburan, 30 Orang Dinyatakan Positif Covid-19
Baca juga: Keponakan Syahrini Nempel dengan Reino Barack Sampai Abaikan Tantenya
Pernikahan anak kepala BPBD
Acara yang dibubarkan tersebut diketahui merupakan pesta pernikahan anak Kepala BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir.
"Kita terpaksa membubarkan acara pesta anak Kepala BPBD, Pak Joni Amir. Ini karena melanggar protokol Covid-19 dengan menghadirkan kerumunan banyak orang," kata Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/11/2020).
Saat melakukan pembubaran itu, petugas polisi meminta para tamu yang datang untuk segera meninggalkan lokasi.
Tak hanya itu, pintu masuk juga ditutup petugas dan seluruh tenda minta segera dilakukan pembongkaran.
Baca juga: Mengenal Millen Cyrus yang Ditangkap Polisi: Pernah Minum Pil KB Hingga Operasi Payudara
"Petugas minta tamu meninggalkan lokasi. Kemudian kita minta panitia membuka tenda dan pintu masuk ke gedung kita tutup," jelas Trisno.
Undang 2000 orang
Dalam acara pesta pernikahan itu, Trisno terkejut karena pihak penyelenggara nekat mengundang 2000 orang.
Padahal, saat meminta izin sebelumnya sudah pernah diingatkan untuk tidak menggelar acara pesta pernikahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/suasana-polisi-membubarkan-paksa-pesta-anak-kepala-bpbd.jpg)