Kerumunan Habib Rizieq Shihab Picu Penularan Baru Covid-19; Klaster Bandara, Petamburan, Megamendung
Menurut Budi, tiga kegiatan di wilayah yang berbeda itu telah memunculkan memunculkan klaster penularan baru COVID-19 di Indonesia.
“Kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemimpin daerah agar memberikan teladan kepada masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan. Kita harus bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 agar COVID-19 dapat segera kita atasi,” tegasnya.
Sedangkan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) Kemenkes Prof. dr. Abdul Kadir, menegaskan negara hadir dan bertanggungjawab dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 termasuk dalam kasus kegiatan Rizieq Shihab ini.
Baca juga: TERUNGKAP! Pencopotan Baliho Bergambar Habib Rizieq Shihab Perintah Panglima Kodam Jaya
“Kami Meminta masyarakat agar terbuka dan mendukung para relawan pelacak kontak sebagai kontribusi memotong rantai penularaan,” tegasnya.
Ia pun mengajak sikap proaktif masyarakat untuk mau dan peduli dengan bersedia mendatangi titik-titik layanan kesehatan untuk diperiksa kesehatannya.
Ia mengatakan masyarakat bisa menjadi pahlawan kesehatan dengan kesediaan mereka untuk diperiksa serta menginformasikan siapa saja telah kontak erat dengannya jika ditemukan yang bersangkutan positif covid-19.
Baca juga: Pernikahan Putri Habib Rizieq Shihab Ternyata Lengang, Jalan Petamburan III Tidak Ditutup
Pelacakan kontak merupakan sebuah kerja kemanusiaan, sebuah gerakan kemasyarakatan nonpartisan, untuk kemanusiaan, nondiskriminatif dan pro terhadap kehidupan.
“Ini yang perlu ditanamkan sehingga masyarakat tidak perlu resisten agar anggota relawan lacak kontak di lapangan bekerja aman dan nyaman dan tidak dicuriga,” sebutnya.
Untuk langkah antisipasi lonjakan pasien COVID-19 akibat dinamika yang terjadi masyakarat dalam beberpa minggu terakhir, Abdul Kadir mengatakan Kementerian Kesehatan telah menyiapkan strategi pencegahan.
Baca juga: Menantu Habib Rizieq Shihab Irfan Alaydrus Bukan Orang Sembarang, Belum Banyak Diketahui Publik
Sejumlah langkah antisipasi Kemenkes tersebut dilakukan melalui sarana dan prasarana yang ada di Rumah Sakit diantaranya pertama, memantau kondisi saat ini melalui Dinas Kemenkes setempat berdasarkan keterisian temopat tidur (TT).
“Apabila terjadi lonjakan pasien hingga 20 sampai 50 persen, maka RS masih dapat menampung lonjakan pasien hingga 2 kali lipat. Kondisi sampai saat ini, keterisian ruang perawatan baru 50 persen,” kata Abdul Kadir.
Baca juga: Buntut Acara Habib Rizieq Shihab, Mabes Polri Bakal Panggil Gubernur Anies Baswedan
Langkah kedua, jika kenaikan pasien hingga 50 sampai 100 persen, Kementerian Kesehatan akan melakukan penataan TT dengan menambah kapasitas ruang perawatan pasien COVID-19.
Ia mengimbau masyarakat yang telah kontak erat dan mengikuti kegiatan di Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, Tebet dan Mega Mendung untuk segera melakukan isolasi mandiri.
"Apabila bergejala, segera periksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan. Pemerintah juga telah menyediakan pusat karantina di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet,” pesannya.
Baca juga: Dua Kapolda Dicopot Kapolri karena Habib Rizieq Shihab, Ridwan Kamil : Tak Semudah yang Dibayangkan.
Ia juga memstikan sampai saat ini, ketersediaan obat mencukupi, dan buffer stock juga cukup. Masyarakat diimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan dengan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan pakai sabun. (tribunjambi.com)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kemenkes Sebut Penjemputan dan Hajatan Habib Rizieq Ciptakan Klaster Baru, https://wartakota.tribunnews.com/2020/11/23/kemenkes-sebut-penjemputan-dan-hajatan-habib-rizieq-ciptakan-klaster-baru