POPULER Dosen Unja Diduga Bunuh Diri, Profesor Asrial: Korban Doktor Baik dan Periang

Tribun Jambi/Hasbi Sabirin
Seorang pria menunjuk lokasi dosen Unja gantung diri. Peristiwa itu diketahui Kamis (19/11/2020) sekira pukul 04.30 WIB, di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Seorang dosen Unja bunuh diri di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi.

Terungkap, korban merupakan dosen yang baik dan periang. 

"Benar korban inisial M merupakan dosen di universitas ini ( Universitas Jambi ), ia juga merupakan dosen yang baik, dan periang, sejak tahun 2001 menjadi dosen, karirnya juga dinilai cukup baik di kampus ini," kata Dekan FKIP Universitas Jambi, Profesor Asrial, kepada Tribunjambi.com via ponsel Kamis (19/11/2020).

Asrial menuturkan korban menjalani pendidikan S-1 di Universitas Jambi.

Setelah itu, korban S-2 dan S-3 di UGM (Universitas Gadjah Mada)

Selain itu, korban telah mendapatkan gelar doktor dalam usia muda. 

Baca juga: Detik-detik Cowok di Pekanbaru Bakar Motor Mantan Pacar, Tak Terima Diputus Pacaran

"Awalnya saya tidak percaya dan terkejut dapat kabar kejadian ini, saya juga sempat tidak percaya beliau melakukan ini, saya cari tau sama teman lainnya, ternyata iya benar di meninggal dalam keadaan yang tak disangka-sangka," jelasnya.

Profesor Asrial mengatakan terahir ketemu dengan korban pada 9 November lalu.

Seorang pria menunjuk lokasi dosen Unja gantung diri. Peristiwa itu diketahui Kamis (19/11/2020) sekira pukul 04.30 WIB, di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi.
Seorang pria menunjuk lokasi dosen Unja gantung diri. Peristiwa itu diketahui Kamis (19/11/2020) sekira pukul 04.30 WIB, di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi. (Tribun Jambi/Hasbi Sabirin)

Sepertinya, kata Asrial, korban tidak punya masalah dan beraktivitas seperti biasanya. 

"Saat ketemu tanggal 9 itu saya tegur ia menyahut sepertinya tidak punya masalah."

"Namun kita tidak tahu juga, di balik kejadian ini apakah ada masalah lainnya atau sebagainya," kata Dekan FKIP ini.

Korban selain dosen yang baik, ia juga alim dan taat ibadah. 

Polisi Masih Dalami Penyebab Dosen di Sebuah Universitas di Jambi Tewas Gantung Diri

Seorang dosen universitas di Jambi menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jumat 20 September 2020 - 20 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat Berangin

Anak dan istrinya terkejut saat melihat korban inisial M berusia 42 tahun terbujur kaku dalam kondisi terlilit tali di lehernya.

"Korban ini seorang dosen mahasiswa S2 jurusan FKIP studi Matematika," jelas Kasubag Humas Polres Muaro Jambi, AKP Amradi, Kamis (19/11/2020).

Penyebab korban menghabisi nyawanya belum diketahui.

Saat ini tim kepolisian mencari keterangan lebih lanjut.

Baca juga: Geger Emas 4 Kg di Bawah Mushola di Merangin, Bangunan Rumah Ibadah Dibongkar Pemilik Tanah

"Untuk penyebabnya belum diketahui, apakah masalah keluarga atau pekerjaan, sementara korban diduga gantung diri, keluarga korban pun belum bisa berstatemen," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa itu diketahui Kamis (19/11/2020) sekira pukul 04.30 WIB, di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi.

"Iya, ada seorang laki-laki meninggal dunia diduga gantung diri, di Desa Mendalo Indah, korban tersebut merupakan seorang dosen salah satu universitas di Jambi," jelasnya, Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto melalui Kasubag Humasnya AKP Amradi.

Ia mengatakan korban dosen di Jambi berinisial M berusia 42 tahun.

Kronologi kejadian, pada Kamis, 19 November 2020 sekira pukul 04.30 WIB, anak korban mendengar ibunya teriak.

Kemudian anaknya menghampiri sang ibu.

Baca juga: Ingat Ratu Felisha? 4 Tahun Menikah, Kini Digugat Cerai Sang Suami, Ada Orang Ketiga?

"Saat menghampiri, ia melihat korban sudah tergantung di tangga rumah dengan posisi tali mengikat di leher. Dan kemudian ibunya menyuruhnya untuk memanggil tetangga untuk meminta tolong," jelasnya.

Tak lama kemudian, tetangganya langsung menghampiri korban, kondisi tali terkait di lehernya sudah diputus istrinya menggunakan pisau dapur.

Saat dicek denyut nadi korban tidak berdenyut lagi.

( Tribunjambi.com /Hasbi Sabirin)

* Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri