Pemerintah Provinsi Jambi Harus Lebih Pro Aktif Mengatasi Covid-19
Berdasarkan data sampai 28 Oktober 2020, diketahui ada 400.483 orang yang terjangkit Covid-19 dan meninggal 13.612 orang di Indonesia.
Pemerintah Provinsi Jambi Harus Lebih Pro Aktif Mengatasi Covid-19
TRIBUNJAMBI.COM - Sejak dikonfirmasi kehadirannya pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, China dan masuk ke Indonesia pada Februari 2020, Covid-19 telah memenuhi ruang publik kita.
Berdasarkan data sampai 28 Oktober 2020, diketahui ada 400.483 orang yang terjangkit Covid-19 dan meninggal 13.612 orang di Indonesia.
Di antara angka kematian tersebut, terdapat 130 dokter dan 92 perawat yang juga meninggal akibat virus yang menyerang sistem imun tubuh ini.
Sedangkan dampak ekonomi yang ditimbulkan Covid-19 adalah paling tidak menyebabkan kerugian Indonesia dalam kisaran Rp. 316-320 Triliun.
Secara politik, Covid-19 juga menyebabkan penundaan pelaksanaan Pilkada di Indonesia dan tahapan-tahapan penyelenggaraannya
Baca juga: Pak RW Ditelepon, Mamah Dedeh Kabarkan Dirinya, Anak dan ART Positif Covid-19, Lagi Dirawat
Baca juga: Presiden Jokowi Nyatakan Siap Disuntik Pertama Kali Vaksin Virus Corona Covid-19, Begini Katanya
Baca juga: Surya Paloh Dikabarkan Masuk Rumah Sakit RSPAD Gatot Soebroto, Ada Apa? Terpapar Covid-19? Begini
Belum lagi, terjadinya pro kontra di kalangan mayarakat terkait dengan masih perlu tidaknya penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi ini.
Provinsi Jambi juga turut merasakan dampak sebaran masif Covid-19. Berdasarkan data sampai 28 Oktober 2020, terdapat 1.188 kasus positif Covid-19 di seluruh Provinsi Jambi dengan angka kematian sebanyak 23 orang.
Di antara data tersebut, terdapat 4 orang tenaga kesehatan di Provinsi Jambi yang turut terkena virus ini.
Memerhatikan makin tingginya angka terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Jambi ini, maka perlu perhatian yang maksimal dari pemerintah melalui kebijakan yang solutif dan komprehensif. Pemerintah Provinsi Jambi harus melakukan beberapa hal berikut ini.
Pemerintah Provinsi Jambi tidak lagi terlalu mengandalkan kesadaran masyarakat untuk melakukan rapid test.
Pengujian yang dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona ini sudah saatnya dilakukan secara inovatif dan pro aktif oleh pemerintah.
Artinya, sudah saatnya pemerintah yang berinisiatif untuk jemput bola kepada masyarakat untuk melakukan rapid test.
Tim penanggulangan Covid-19 perlu mendatangi warga ke rumahnya masing-masing, ke kampus dan perkantoran, ke pasar dan ke tempat-tempat publik lainnya untuk melaksanakan Rapid Tes.
Upaya ini tentu saja membutuhkan kesiapan segala aspek oleh pemerintah, mulai dari tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan dan dana. Memerhatikan makin masifnya sebaran dan dampaknya Covid-19 di Provinsi Jambi, upaya jemput bola ini harus secara intesif dilakukan oleh pemerintah.
Baca juga: Bikin Virtual Meet Up Jadi Makin Seru #KenapaNggak
Baca juga: Kukuhkan Pengurus DWP Tanjab Barat, Iin Kurniasih Minta Program Unggulan Disusun
Baca juga: Promo Terbaru Indomaret, Harga Murah Produk Kecantikan Susu Bumbu Dapur Popok Detergen Beras
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/pinto-jayanegara-wakil-ketua-dprd-provinsi-jambi-2.jpg)