Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Alkitab Dokumen Karya Penyelamatan Allah yang Berpuncak pada Yesus Kristus

Bacaan Hari ini: Mazmur 19:8 (TB) "Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak

Editor: Suci Rahayu PK
Visualisasi kisah sengsara Yesus. 

Alkitab sebagai Dokumen Karya Penyelamatan Allah yang berpuncak pada Yesus Kristus

Bacaan Hari ini: Mazmur 19:8 (TB) "Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman."

Oleh: Pdt Feri Nugroho S.Th

Pdt Feri Nugroho, S.Th, GKSBS Palembang Siloam
Pdt Feri Nugroho, S.Th, GKSBS Palembang Siloam (ist)

Alkitab, diimani sebagai Firman Tuhan.

Dengan membaca Alkitab, seseorang dapat mengetahui apa yang dikehendaki Tuhan untuk dilakukan.

Bukan hanya berkaitan dengan kehidupan kita secara pribadi, dengan membaca Alkitab seseorang dapat melihat rangkaian Karya Penyelamatan Allah yang terjadi dalam sejarah.

(Ilustrasi) tempat manusia pertama diturunkan ke Bumi
(Ilustrasi) manusia  pertama Adam dan Hawa(Trumpet Call)

Bermula dari cerita asal usul kehidupan (termasuk manusia sebagai Tokoh utamanya), berlanjut pada pemahaman tentang makna kehidupan, cara menjalani kehidupan dengan moralitas, sampai akhirnya tujuan akhir dari kehidupan.

Singkatnya, dengan membaca Alkitab sebagai satu kesatuan yang utuh, seseorang dapat menemukan makna kehidupannya bagi kehidupan yang lebih luas bersama dengan sesama.

Dari sudut pandang penulisan dalam sejarah, Alkitab menjadi Buku Diary orang percaya.

Sebagai buku diary, Alkitab berisi catatan penulis yang mengalami perjumpaan dengan Allah.

Melalui berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya, ia menemukan bagaimana Allah berkarya untuk menyatakan diri dan memperkenalkan diri.

Sebuah keunikan, bahwa meskipun Alkitab ditulis lebih dari 40 orang dalam rentang waktu 1500-1600 tahun, dengan beragam karakter penulis, budaya, bahasa dan ilmu pengetahuan yang berkembang dari waktu ke waktu ternyata setiap pembaca dapat menemukan benang merah keterhubungan setiap peristiwa masa lalu dengan kehidupannya pada masa kini.

Hal ini terjadi karena Roh Kudus (Roh Allah) akan menuntun kita pada masa kini untuk mengerti maksudnya ketika cerita tersebut dituliskan.

Melalui perjumpaan yang dinamis tersebut, pada akhirnya seseorang dapat mengenal tentang Tuhan secara utuh dan komprehensif, meskipun para penulis Alkitab pada masanya mengenal Allah secara khusus berdasarkan perjumpaannya.

Pemazmur menyebut, bahwa Taurat TUHAN itu sempurna.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved