VIDEO Mengaku LSM dan Minta Sumbangan, Dua Warga Kotabaru Ini Berhasil Bongkar 10 Rumah
Tidak tanggung-tanggung, hasil pengembangan sementara, dua pelaku, yakni Idrus Sardi dan Hendrik, warga Jelutung, Kota Jambi, sudah berhasil menggasak
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tim Macan Polsek Kotabaru kembali meringkus dua pelaku spesialis pembobol rumah yang meresahkan masyarakat Kota Jambi, Selasa (10/11/2020).
Tidak tanggung-tanggung, hasil pengembangan sementara, dua pelaku, yakni Idrus Sardi dan Hendrik, warga Jelutung, Kota Jambi, sudah berhasil menggasak 10 rumah.
Kapolsek Kotabaru, AKP Afrito Marbaro Macan menjelaskan, untuk mencari targetnya, kedua pelaku berdalih sebagai LSM, dengan membawa selembar map, kemudian meminta sumbangan ke rumah-rumah warga.
Baca juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 di Jambi Terus Meningkat, Tiga Hari Terakhir Terdata 75 Pasien Sembuh
Baca juga: Martabak Faliel Hadirkan Menu Khas Melayu Berkultur India, Ada Roti Cane Berbagai Topping
Baca juga: Didampingi Pengacara, Gisel Datang ke Polda Metro Jaya, Diperiksa Terkait Video Syur Mirip Dirinya
Jika rumah yang dituju sedang ditinggal pemiliknya, maka kedua pelaku akan langsung menjalankan aksinya.
Namun, jika rumah tersebut sedang ditinggali penghuninya, kedua pelaku spesialis pembobol rumah di Kota Jambi ini hanya akan memanfaatkan uang hasil penipuan, yang mengatasnakan LSM tersebut.
"Jadi mereka ini memang ahlinya membobol rumah, modus operandinya jadi LSM dan meminta sumbangan sekalian menggambar lokasi sebelum beraksi," kata Afrito, Senin (15/11/2020) sore.
Selain mengamankan dua pelaku spesialis pembobol rumah, petugas juga turut mengamankan satu orang berinisial A, sebagai penadah hasil curian pelaku.
Kedua pelaku dan satu orang penadah diamankan petugas, berdasarkan laporan korban atas nama, Surya Jaya Gunawan.
Dimana, korban kehilangan roter ACP Merek Mactec, dan satu unit mesin sugu.
Kepada sejumlah awak media, pelaku mengaku sudah berulang kali menjalankan aksi tersebut.
"Saya mengaku dari LSM, minta sumbangan kerumah warga, dan mengaku untuk kelengkapan sarana serta perayaan hari besar agama," kata satu diantara pelaku.
Sementara itu, uang hasil pencurian serta penipuan dengan meminta uang sumbangan tersebut, digunakan pelaku untuk kepentingan pribadi.
"Uangnya masuk kantong sendiri bang," tutupnya.