Kasus Gratifikasi Dinas PUPR

Terungkap, Ada Permintaan Rp 10 Miliar, Uang Fee Proyek untuk Bisnis Singkong Keluarga Zumi Zola

Ini terungkap dalam kesaksian Apif Firmansyah saat bersaksi di persidangan, Kamis (12/11/2020).

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/widyoko
Zumi Zola dihadirkan dalam persidangan melalui virtual di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (12/11/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bisnis keluarga Zumi Zola turut disebut dalam sidang kasus korupsi Gratifikasi Fee Proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Ini terungkap dalam kesaksian Apif Firmansyah saat bersaksi di persidangan, Kamis (12/11/2020).

Seperti diterangkan oleh Apif Firmansyah dipersidangan, diawal tahun 2017. Saat itu ia diminta tolong oleh Zumi Zola untuk mencarikan dana Rp 10 miliar.

Permintaan itu disampaikan saksi Apif ke Dodi Irawan saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Baca juga: Bawaslu Tanjabbar Catat 238 Kali Kampanye Ketiga Paslon Selama 47 Hari, Mulyani-Amin Terbanyak

Baca juga: BREAKING NEWS KPK Hadirkan Zumi Zola di Persidangan Virtual Kasus Gratifikasi Fee Proyek

Baca juga: Simak Penjelasan KPI Terkait Pemberhentian Acara yang Dibawakan Feni Rose

"Dari pak Dodi diarahkan temui Iim (Imanuddin). Dia pengusaha kontraktor, orang kepercayaan pak Dodi," katanya.

"Waktu ketemu Iim katanya nanti kita carikan, sumbernya dari mana saya tidak tau. Pak Gubernur juga maunya tau beres dari mana sumber uangnya dia tidak mau tau," kata Apif lagi.

Namun dari Rp 10 miliar yang diminta itu hanya disanggupi oleh Iim sebesar Rp 4 miliar. Dalam bentuk 300 ribu Dolar Amerika (USD) dan cash Rp 1 miliar.

Masih dari keterangan para saksi di persidangan, di bulan September 2017 Apif juga menerangkan adanya permintaan uang 10 miliar dari Zumi Zola kepada Arfan.

Uang itu untuk membantu keluarga Zumi Zola membangun usaha Singkong di Kabupaten Tanjab Timur.

"Dengar-dengar itu untuk bantu bisnis almarhum pak zul," kata Apif.

Hal serupa juga diterangkan oleh Asrul Pandapotan, dari nilai 10 miliar untuk membantu bisnsi singkong keluarga Zumi Zola, Arfan hanya bisa memenuhi lima miliar saja.

Hal ini juga dibenarkan oleh Zumi Zola, "Ada waktu itu minta bantu 10 miliar untuk bisnis singkok," katanya.

Namun uang yang hanya disanggupi Arfan lima miliar bersumber dari fee proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi. Kemudian dilaporkan kepada Zumi Zola melalui Asrul Pandapotan.

"Tapi uangnya belum diserahkan masih sama pak Arfan," kata Asrul melalui jaringan virtual.

Sementara saat di konfrontir oleh jaksa, terdakwa Arfan mengatakan uang tersebut belum sempat diserahkan karna sudah terlebih dahulu ditangkap KPK.

"Uangnya sudah diamankan di KPK untuk barang bukti," kata Arfan.

Dalam persidangan tersebut Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan sejumlah saksi Yakni Zumi Zola, Asrul Pandapotan, Apif Firmansyah dan Joe Fandy Yoesman Alias Asiang.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved