Berita Muaro Jambi

Harga Karet Stagnan, Petani Desa Suka Damai Berharap Pemerintah Beri Solusi Soal Harga Jual Karet

Pasalnya, tidak hanya mengurangi penghasilannya, petani juga tidak bisa menjual hasil sadapannya yang lebih tinggi.

tribunjambi/hasbi sabirin
Petani karet di Muarojambi sudah menyiapkan karet, jika pemerintah ingin membeli karena akan dicampur dengan aspal 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Tidak adanya perubahan terhadap harga karet di Muaro Jambi membuat petani karet di Desa Suka Damai, Kecamatan Mestong jadi lesu.

Pasalnya, tidak hanya mengurangi penghasilannya, petani juga tidak bisa menjual hasil sadapannya yang lebih tinggi.

Mahyudin petani karet di Desa Suka Damai, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi mengatakan kesejahteraan petani karet semakin tertekan karena harga jual karet sadapannya masih stagnan di angka Rp 8.500.

"Di tambah lagi saat ini hasil sadapan getah karet mengalami penurunan karena pohon karet sedang mengalami proses pergantian daun, sehingga mempengaruhi penghasilan tidak sebanding dengan kebutuhan pokok," jelasnya Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Sinopsis Shehrazat Episode 11, Karem dan Bennu Menikmati Petualangan di Hutan

Baca juga: Perbedaan Respon Gisel Antara Tahun Lalu dan Sekarang, Pakar Mikro Ekspresi: Ini Bedanya Jauh Banget

Baca juga: Pencuri Bersenpi di Mayang Mangurai Sempat Terpojok, Lepaskan Tiga Kali Tembakan ke Arah Warga

Ia juga mengatakan, dalam satu minggu getah karet yang berhasil ia sadap sekitar 40 kilogram dari satu hektare lahan karetnya.

Dengan harga Rp 8.500 per kilogramnya, penghasilannya Rp 340 ribu per minggu, sedangkan saat musim trek atau penghujan penghasilan yang didapatkan setengah dari normal.

Petani karet Desa Suka Damai sangat berharap agar ada upaya dari pihak terkait untuk memberikan solusi harga jual getah karetnya bisa naik.

Ia juga menyadari situasi dilanda pandemi Covid-19, juga menyebabkan penurunan harga jual getah karet tersebut

"Kita juga berharap agar wabah virus Covid-19 cepat berakhir dan aktivitas bisa berjalan normal kembali, sehingga memungkinkan untuk kenaikan harga jual karet petani," tuturnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved