Berita Sarolangun

PETI di Desa Lubuk Bedorong Belum Usai, Plt Bupati Sarolangun Minta Ini ke Pjs Gubernur Jambi

Plt Bupati Sarolangun, Hilalaltil Badri menyampaikan hal ini kepada Pjs Gubernur Jambi Restuardy Daud saat kunjungannya ke Kabupaten Sarolangun.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Rifani
PETI di Desa Lubuk Bedorong Belum Usai, Plt Bupati Sarolangun Minta Ini ke Pjs Gubernur Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun menjadi masalah yang amat serius.

Plt Bupati Sarolangun, Hilalaltil Badri menyampaikan hal ini kepada Pjs Gubernur Jambi Restuardy Daud saat kunjungannya ke Kabupaten Sarolangun.

"Kami menerima dari tokoh masyarakat adat, ada juga Masyarakat yang mendukung penolakan PETI karena wilayahnya digarap oleh orang lain, mereka meminta dukungan dari pemerintah yang dikhawatir kan takut terjadi bentrok desa dengan desa lainya," kata Hilalaltil Badri, Sabtu (7/11/2020).

Lanjut Hilalatil Badri, pihaknya tahun 2021 sudah menganggarkan dana untuk pemberantasan PETI secara serius.

Baca juga: Teriakan Panik Sule Pecah saat Nathalie Holscher Jatuh dari Tangga Lalu Pingsan, Ternyata. . .

Baca juga: Proyek Pembangunan Pemprov Jambi Tahun 2021 Fokus untuk Program Pemulihan Ekonomi

Baca juga: Jelang HUT Kabupaten Muaro Jambi ke-21 Kantor DPRD Muaro Jambi Diguyur Disifektan

"Biar seiring dengan apa yang kami laksanakan kami mohon dukungan dari pemerintah provinsi, agar nanti pemberantasan, penertiban PETI bisa berkolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Bagaimana teknisnya kedepan inilah yang kita lakukan," sambungnya.

Salah satu contoh, Desa Lubuk Bedorong sangat di daerah hulu sangat tidak setuju dengan adanya kegiatan peti. Dikarenakan menjaga hutan adat di daerah tersebut, yang Meraka tangung jawab memelihara hutan adat tersebut.

Berbeda, beberapa waktu lalu kepala KPHP Limau Misriadi menyampaikan hal serupa. Katanya, pihaknya sudah sering menerima laporan secara lisan, di Desa Lubuk Bedorong kecamatan Limun.

KPHP Limau mengecam keras terhadap kegiatan PETI terutama mengunakan alat berat, karena dapat merusak lingkungan hidup, dan jika merujuk pada undang-undang 41 bisa juga dikenakan pasal berlapis.

Misriadi memaparkan, lingkungan bukan terpaku hanya pepohonan saja namun banyak mengandung flora dan fauna yang di lindungi yang sudah terancam punah didalam hutan di Sarolangun.

"PETI tidak hanya berimbas pada keruhnya air sungai, atau berubah nya bentang alam, dan mengancam satwa yang ada di hutan lindung dan hutan adat," kata Misriadi.

Pjs Gubernur Jambi menyebut, hal tersebut perlu disampaikannya kepada Unsur Forkopimda.

"Saya kira ini isu yang perlu dan proritas penanganan kedepan, karena menjaga dari aspek lingkungan akan tetapi juga keberlanjutan hutan adat dan tata kelola masyarakat. Penanganan nya tentunya tidak dalam waktu dekat tapi harus berencana, minimal kita bisa mulai," katanya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved