Coba Ketik 'Loser' di Twitter, Akun Donald Trump Muncul Paling Atas, Akun Joe Biden Kebalikannya

Ketika pengguna media sosial Twitter mencari kata 'loser' pada Sabtu, (7/11/2020), akun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump muncul paling atas.

Editor: Teguh Suprayitno
Istimewa
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Coba Ketik 'Loser' di Twitter, Akun Donald Trump Muncul Paling Atas, Akun Joe Biden Kebalikannya

TRIBUNJAMBI.COM - Kekalahan Donald Trump di Pilpres Amerika ramai di Twitter

Ketika pengguna media sosial Twitter mencari kata 'loser' pada Sabtu, (7/11/2020), akun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump muncul paling atas.

Dilansir dari Reuters, (8/11/2020), hasil pencarian seperti itu muncul ketika banyak kantor berita besar menyatakan Joe Biden mengalahkan petahana Donald Trump dalam pemilihan Presiden AS.

Sementara itu, pencarian kata "winner" pada tab "People" yang sama di Twitter mengarah pada akun Biden dan pasangannya, Senator Kamala Harris.

Twitter mengatakan hasil pencarian itu tercipta secara otomatis dan didasarkan pada bagaimana orang-orang menggunakan istilah/kata dalam kicauan mereka saat itu.

Baca juga: Kenakalan Trump Masa Kecil Kambuh Lagi Setelah Kalah Pilpres, Akui Sebagai Pembangkang dan Suka Ini

"Jika sebuah akun sering disebutkan di samping kata tertentu, mereka secara algoritma dapat muncul bersama sebagai sebuah keterkaitan," kata Twitter dalam sebuah pernyataan.

Keterkaitan dengan kata 'loser' menjadi sebuah teguran kepada presiden yang selama bertahun-tahun menggunakan platform media sosial itu untuk orang-orang yang dianggapnya sebagai "haters and losers".

Ilustrasi Twitter
Ilustrasi Twitter (Tribun WOW)

Pada hari Sabtu, Twitter juga menerapkan label peringatan pada sebuah kicauan Trump yang secara keliru menyatakan dia telah menang dalam pemilihan presiden.

Facebook juga menerapkan label pada postingan yang sama: "Joe Biden diperkirakan jadi pemenang dalam Pemilihan Presiden AS 2020."

Perusahaan media sosial telah melabeli banyak postingan Trump dalam beberapa hari belakangan untuk menahan misinformasi dan klaim keliru mengenai kemenangan.

Baca juga: Trump Menolak Keluar dari Gedung Putih, Malah Buat Benteng Pertahanan, Joe Biden Akan Lawan

Trump: Ada konspirsi besar

Trump menuding ada konspirasi besar yang ingin mendepaknya, dan melibatkan teknologi canggih, uang banyak, media massa, lembaga-lembaga survei, dan Partai Demokrat.

Dituding sebegitu rupa, jaringan TV memutuskan memisahkan dari Trump karena dinilai ia sedang menguji batas-batas demokrasi Amerika dengan mempertanyakan seluruh pemilihan.

Trump pada Kamis (5/11/202) waktu setempat, mempertanyakan seluruh pemilihan presiden, mengklaim ia telah dicurangi dari awal hingga akhir oleh sebuah konspirasi besar.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved