Pilpres Amerika Serikat

Merasa Dicurangi di Pilpres AS, Trump akan Ajukan Gugatan ke MA, Timses Biden: Sangat Keterlaluan

Namun, Presiden petahana Amerika Serikat, Donald Trump merasa dirinya dicurangi dalam Pemilu AS 2020 itu.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Politico
Donald Trump akan ajukan gugatan ke Mahkamah Agung karena merasa dicurangi di Pilpres AS 

TRIBUNJAMBI.COM - Belum usai penghitungan suara dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020.

Namun, Presiden petahana Amerika Serikat, Donald Trump merasa dirinya dicurangi dalam Pemilu AS 2020 itu.

Sang petahana menuduh Demokrat telah mencurangi dalam Pilpres Amerika Serikat 2020.

Donald Trump juga menyebut, dirinya akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA).

Menanggapi hal itu, manajer kampanye Joe Biden, Jen O'Malley Dillon, memberikan komentarnya.

Baca juga: Mendadak Donald Trump Bikin Heboh! Minta Perhitungan Pilpres AS 2020 Dihentikan Sekarang, Ada Apa?

Baca juga: Seperti Pilpres Indonesia, Pilpres AS Juga Ada Klaim Menang dan Ngomong Curang Meski Belum Selesai

Baca juga: Sosok Joe Biden Pesaing Donald Trump di Pilpres Amerika Serikat 2020, Ternyata Pernah Lakukan Ini

"Pernyataan presiden malam ini tentang mencoba menghentikan penghitungan surat suara sangat keterlaluan, belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak benar," kata Dillon.

"Jika presiden menepati ancamannya untuk pergi ke pengadilan, mencoba mencegah tabulasi suara yang tepat, kami memiliki tim hukum yang siap untuk dikerahkan untuk menolak upaya itu. Dan mereka akan menang," imbuhnya.

Dilansir Tribunjambi.com dari perhitungan cepat Pilpres AS terbaru pada pukul 18.00 WIB, perolehan suara terbanyak sementara diperoleh Joe Biden dengan elektoral 238 dan Donald Trump 213.

Hasil perolehan suara Pilpres AS 2020 terkini Pukul 18.00, Rabu 4 Nov 2020
Hasil perolehan suara Pilpres AS 2020 terkini Pukul 18.00, Rabu 4 Nov 2020 (Istimewa)

Trump Merasa Dicurangi Demokrat

Sebelumnya dilaporkan, Donald Trump menemui para pendukungnya melalui Ruang Timur Gedung Putih pada Rabu (4/11/2020) pukul 02.21 waktu setempat.

Ia berbicara kepada lebih dari 100 pendukung yang telah berkumpul di sana.

"Ini adalah konferensi pers terbaru yang saya lakukan," katanya.

Donald Trump memprotes jalannya Pemilu.
Donald Trump memprotes jalannya Pemilu. (Tangkap layar CNN)

Pada pertemuan itu, Donald Trump menyatakan keyakinannya untuk kembali menjadi presiden pada Pilpres Amerika Serikat 2020.

Namun, dia menunjukkan rasa frustrasinya atas berjalanannya perhitungan suara Pilpres.

Pasalnya, pertarungan melawan capres Demokrat, Joe Biden, lebih ketat dari perkiraan jajak pendapat yang beredar.

Biden mendapatkan beberapa momentum kemenangan, semalam setelah hari Pilpres Amerika Serikat 2020 dimulai.

Bahkan, Biden memenangkan suara di Arizona, negara bagian yang dimenangkan Trump empat tahun lalu.

"Kami memenangkan segalanya, dan tiba-tiba itu tidak jadi," ucap Trump.

Meskipun begitu, ketatnya perolehan suara tidak membuat dirinya pesimis.

Dia tetap yakin bahwa dirinyalah yang telah memenangkan pemilihan, sebuah pernyataan yang terlalu awal untuk dideklarasikan.

Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut, Donald Trump juga menuduh Demokrat mencoba mencurangi dirinya dalam Pilpres Amerika Serikat ini.

Baca juga: Seperti Pilpres Indonesia, Pilpres AS Juga Ada Klaim Menang dan Ngomong Curang Meski Belum Selesai

Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Walau Habis Terang - Peterpan, Tonton Juga Video Klipnya

Baca juga: Bawa Sabu, Oknum ASN di Merangin Diamankan Polisi, Terungkap Sudah Ditandai Warga Sekitar

Demokrat disebut mencoba 'mencabut hak pilih' para pemilihnya dan menyatakan kemenangan di Georgia.

Padahal, saat itu, belum ada pengumuman mengenai kandidat yang memenangkan negara bagian tesebut.

Selain itu, Trump juga memegang sedikit keunggulan dengan 93% suara telah dihitung.

"Mereka tahu mereka tidak bisa menang," ujarnya.

"Ini penipuan terhadap publik Amerika. Ini memalukan negara kita," tambahnya.

Merasa dicurangi, Donald Trump berjanji akan mengajukan petisi ke Mahkamah Agung.

Namun, dia tidak merinci lebih lanjut tentang rencananya itu.

"Jadi kami akan pergi ke Mahkamah Agung AS. Kami ingin semua pemungutan suara dihentikan."

"Kami tidak ingin mereka menemukan surat suara pada pukul empat pagi dan menambahkannya ke daftar," tutur Trump.

Trump meninggalkan tempat pada pukul 2.32 pagi dan menutupnya dengan acungan tinju kepada para pendukungnya.

Cuitan Trump Ditengarai Menyesatkan, Twitter Langsung Beri Peringatan.
Cuitan Trump Ditengarai Menyesatkan, Twitter Langsung Beri Peringatan. (Twitter)

Tak hanya kepada pendukungnya, Trump juga mengatakan tuduhan serupa melalui akun Twitter-nya, Rabu (4/11/2020).

Twit tersebut kemudian dilabeli oleh Twitter sebagai informasi yang 'menyesatkan' dan 'diperdebatkan'.

"Kami naik BESAR, tetapi mereka mencoba MENCURI Pemilu.

Kamu tidak akan pernah membiarkan mereka melakukannya.

Suara tidak dapat diberikan setelah Polling ditutup!" tulis akun Twitter @realDonaldTrump.

Diketahui, selama berbulan-bulan belakangan, Donald Trump telah menuduh Demokrat melakukan kecurangan dalam Pilpres, jika Pemilu tidak berjalan sesuai keinginannya.

Ditanya pada bulan September apakah dia yakin hasil pemilu akan sah jika dia menang, Trump menjawab "Kami ingin memastikan pemilu itu jujur, dan saya tidak yakin itu bisa," jawabnya.

(Tribunnews.com/Citra Agusta Putri Anastasia)

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Donald Trump Akan Ajukan Gugatan ke MA karena Merasa Dicurangi, Timses Joe Biden: Sangat Keterlaluan,

https://www.tribunnews.com/internasional/2020/11/04/donald-trump-akan-ajukan-gugatan-ke-ma-karena-merasa-dicurangi-timses-joe-biden-sangat-keterlaluan?page=all

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved